Pendirian BUMDes Pulo Jantan Labura Membantu Perekonomian Warga Kurang Mampu

Ketua BUMDes Mart Desa Pulo Jantan, Zulkifli Ritonga bersama para pegawai.

Labura, Lintangnews.com | Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengatakan, upaya peningkatan ekonomi masyarakat Desa saat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)yang telah diakui sebagai lembaga berbadan hukum.

BUMDes Desa Pulo Jantan, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dalam Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) pada tahun 2021 akan memprogramkan membantu masyarakat kurang mampu dan yatim piatu dengan tujuan untuk hajat hidup orang banyak dari Sisa Hasil Usaha (SHU), serta mendirikan Kelompok Simpan Pinjam (KSP).

Ketua Bumdes Desa Pulo Jantan, Zulkifli Ritonga ketika ditemui wartawan di kantor nya, Jalan Dusun III Kampung Jawa mengatakan, BUMDes yang baru dikelola pada bulan April 2020 hingga saat ini masih tetap eksis berjalan dari sektor menjual berbagai macam bahan makanan, minuman, sembako dan penyedia barang (grosir).

“Bumdes ini awalnya bernama Madani dan beberapa bulan terakhir, Tokoh Masyarakat menyarankan agar diganti menjadi BUMDes Mart Pulo Jantan. Sampai saat ini nama itu tetap kita pakai dan disetujui Kepala Desa (Kades),” paparnya, Senin (14/12/2020).

Kelengkapan legalitas BUMDes Mart Desa Pulo Jantan mempunyai pengurus dan pegawai berjumlah 8 orang, serta menyediakan 9 bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat di 10 Dusun. Tujuan BUMDes Mart ini tidak bersaing dengan kios-kios kecil di sekitarnya dan harga tak bersaing.

“Hasil dan laba yang diperoleh BUMDes ini akan kita salurkan pada masyarakat yaitu kemalangan membantu air mineral, gula dan kopi, kegiatan keagamaan, serta menyambut HUT Kemerdekaan,” papar Zulkifli.

Rencana tahun 2021 akan membantu anak yatim piatu dan pakir miskin dalam bentuk uang dan sembako beras, sistemnya bertahap setiap minggu, termasuk membuka BRI Link.

Kepala Desa (Kades) Pulo Jantan, Muhammad Ali Ritonga menyebutkan, BUMDes bisa mengelola berbagai bentuk pelayanan masyarakat, dengan mencontohkan daerah lain, seperti pengelolaan air bersih, peningkatan ketahanan pangan. Bahkan ada daerah tertentu ,BUMDes membuat pengadaan listrik. Selain itu, BUMDes juga bisa mendirikan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memberi stimulasi permodalan masyarakat Desa.

“BUMDes saat ini masih bergerak di bidang menyediakan bahan makanan atau pokok, yang bisnisnya masih kecil. Kita mengharapkan, pengelola atau pengurus  akan meningkatkan programnya,” ucap Ali.

Dia menuturkan, BUMDes membutuhkan beberapa pendampingan. Sebab ketentuan BUMDes ini sebagai badan hukum masih terbilang baru disahkan lewat Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (Sofyan)