Pengangkatan Tenaga Ahli Bupati Simalungun Dinilai Pemborosan Anggaran

Sepri Ijon Maujana Saragih.

Simalungun, Lintangnews.com | Rencana Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga mengangkat 3 orang Tenaga Ahli mendapat sorotan dan berbagai asumsi miring di tengah-tengah masyarakat.

Pengangkatan para Tenaga Ahli itu dinilai hanya kegiatan menghambur-hamburkan uang rakyat dan pemborosan anggaran.

Akademisi sekaligus Praktisi Hukum di Siantar-Simalungun, Sepri Ijon Maujana Saragih mengingatkan Pemkab Simalungun agar lebih bertindak efektif dan tidak terburu-buru untuk mengangkat 3 orang sekaligus Tenaga Ahli Bupati melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Simalungun yang menelan anggaran cukup fantastis sebesar Rp 20 juta per bulan untuk setiap orang yang akan diangkat.

“Pengangkatan 3 orang Tenaga Ahli Bupati itu merupakan pemborosan anggaran Pemerintah Kabupaten Simalungun,” kata Sepri Ijon kepada awak media, Kamis (17/6/2021).

Kata Sepri Ijon, pengangkatan Tenaga Ahli itu juga dapat dikategorikan sebagai perilaku yang koruptif, dikarenakan masalah ini dijelaskan dalam Undang-Undang (UU) Korupsi.

Menurutnya, ada 13 pasal yang menjelaskan tentang korupsi, apalagi dari ketiga Tenaga Ahli itu ada terdapat pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sepri Ijon menilai, orang yang sudah pensiun itu dipensiunkan oleh negara dikarenakan yang bersangkutan telah purna dari tugas dan dianggap tidak mampu lagi untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik, makanya pemerintah memberikan pensiun.

“Tindakan mengangkat Tenaga Ahli oleh Bupati Radiapoh juga sangat fantastis dan merupakan tindakan pemborosan uang negara. Apalagi ketiganya digaji hingga Rp 720 juta setiap tahunnya, ditambah semua fasilitas yang disetarakan dengan pejabat eselon II,” pungkasnya.

Untuk itu, Sepri Ijon mengingatkan Bupati agar lebih hati-hati lagi dalam menggunakan dan memanfaatkan anggaran Pemkab Simalungun pada APBD. Dirinya juga mempertanyakan apa urgensinya mengangkat Tenaga Ahli dalam situasi pendemi Covid-19 seperti ini.

Sementara di Pemkab Simalungun masih ada staf ahli dalam berbagai bidang, seperti bidang hukum, bidang pemerintahan, ekonomi dan lainnya. Mereka juga berasal dari pejabat eselon II yang berpengalaman dan mumpuni, serta belum tentu lebih pintar dari ketiga Tenaga Ahli yang diangkat tersebut.

“Lebih baik staf ahli yang ada saja diberdayakan dengan baik dan anggaran yang ada saat ini dipergunakan untuk melakukan pemulihan ekonomi Simalungun di saat pandemi Covid-19 seperti yang disampaikan Bupati Radiapoh dalam visi dan misinya,” sebut Sepri Ijon. (Rel/Zai)