Pengusaha Angkut Kayu Bulat dari Lahan Sitahoan Gunakan Nota Angkutan

144
Kasi Pemeliharaan Hutan UPT KPH Wilayah II Siantar, Sukendra Purba.

Simalungun, Lintangnews.com | Para pengusaha mengangkut kayu bulat dari lahan Enclave Sitahoan dekat Hutan Sibatuloting Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun gunakan nota angkutan kayu hasil budidaya lahan pribadi.

Hal itu disampaikan Kasi Pemeliharaan Hutan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, Sukendra Purba pasca ditemui di ruang kerjanya Jalan Simanuk-manuk, Kota Siantar, Selasa (19/11/2019).

“Nota angkutan kalau dari lahan Enclave gak ada urusan. Karena lahan milik. Jadi menggunakan nota angkutan hasil kayu budidaya. Dulu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU), sekarang nota angkutan,” ungkapnya.

Dikatakan, jika dulu dokumen yang harus diurus pengusaha adalah Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh Kepala Desa atau Pangulu Nagori di Kabupaten Simalungun.

“Dulu SKAU yang diterbitkan oleh Kepala Desa (Pangulu Nagori). Setelah terbit Peraturan Menteri Kehutanan (Permenht Nomor 48 Tahun 2017) jadi nota angkutan hasil kayu budidaya,” terangnya.

Dikatakan Sukendra, dirinya tidak mengetahui jenis-jenis kayu bulat yang diangkut para pengusaha memakai truk dari lahan Enclave Sitahoan yang dekat kawasan hutan.

Diketahui penggunaan nota angkutan untuk mengangkut kayu. Seperti, kayu mahoni, mangga, jati putih, durian, dadap, jati super, sengon, rambung, simpai, cempedak, jabon dan mindi.
Sementara kayu bulat yang diangkut para pengusaha dari lahan Enclave Sitahoan adalah jenis kayu alam.

“Kalau jenis jenisnya kurang tau. Ya gak tau kayu apa yang diangkutnya. Tapi sepanjang dari luar hutan gak ada cerita jenis kayu. Gak ada diatur harus pakai dokumen ini itu,” tukas Sukendra.

Disinggung apakah di lahan Enclave Sitahoan masih ada tumbuh kayu jenis kayu alam, Sukendra mengatakan tidak tau. Namun beberapa kali dilakukan cek tungkul, kayu dari lahan Enclave.

“Kalau itu tak tau lah ya bang, tetapi sudah beberapa kali anggota kita kesana dan bersama pihak Kepolisian, tunggul bekas penebangannya berada di dalam lahan Enclave,” ungkapnya. (Zai)
Kasi Pemeliharaan Hutan UPT KPH Wilayah II Siantar, Sukendra Purba.