Pengusaha ‘Sulap’ Bantaran Sungai Bah Bolon, Dinas SDA Sumut : Kita Bicarakan di Dinas

Sejumlah truk beroperasi di areal tambang di Nagori Lias Baru, kemudian diangkut ke Nagori di Kecamatan Bandar Masilam atau lokasi pekerjaan timbunan jalan tol.

Simalungun, Lintangnews.com | Bantaran Sungai Bah Bolon di wilayah Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun ‘disulap’ pihak pengusaha pertambangan tanah urug sebagai lintasan transportasi angkutan.

Pihak Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA CKTR) Provinsi Sumatera Utara pun dikonfirmasi terkait hal itu, “Untuk informasinya, mohon kita bicarakan di dinas kami Jalan Sakti Lubis No 7 Medan,” tulis Habibi Fadlun dari Dinas SDA CKTR, Rabu (3/8/2022).

Lebih lanjut disampaikan, undangan ke kantor Dinas SDA CKTR itu disampaikan agar informasinya tidak salah tafsir. Dan pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan.

“Agar informasinya tidak salah tafsir, kita sudah lakukan peninjauan lapangan dan sedang melakukan pengecekan terhadap dokumen administrasi perizinannya,” tukas Habibi.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam, Nasrin mengatakan, oknum pengusaha galian tipe C bukan logam jenis tanah urug itu adalah warga Kota Medan.

Pengusaha berinisial S diduga tanpa mengantungi perizinan memanfaatkan bantaran Sungai Bah Balon di Nagori Lias Baru sebagai lintasan truk angkutan tanah urug menuju Nagori Bandar Rejo.

“Akibatnya, bantaran sungai di Nagori Lias Baru kondisinya memprihatinkan. Dan berpotensi mengancam ekosistem bahkan apabila musim penghujan dapat menimbulkan banjir,” terang Nasrin.

Terpisah, Camat Bandar Masilam, Ida Royani Damanik belum mau menanggapi konfirmasi pesan singkat wartawan. Meskipun sudah terceklis dua berwarna biru alias sudah dibaca, tetapi mengabaikannya. (Zai)