Pengusaha Warnet Diminta Larang Pelajar Berseragam Sekolah Main saat Jam Belajar

Para pelajar yang terjaring razia karena bolos sekolah.

Siantar, Lintangnews.com | Terkait ratusan pelajar yang terjaring dalam operasi Satpol PP Pemko Siantar, pihak pengusaha warung internet (warnet) diwarning atau diingatkan untuk tidak menerima para pelajar yang bolos di jam belajar.

“Sudah dihimbau, kalau mereka membandel maka akan kita surati dengan tembusan ke Satpol PP nantinya,” sebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemko Siantar, Edy Noah Saragih saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, sejumlah pengusaha warnet seolah tak peduli dengan himbauan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Siantar.

“Pegawai sudah turun langsung ke warnet-warnet untuk mengingatkan, tetapi mereka tak peduli. Nanti kita data lagi, warnet-warnet mana saja itu biar langsung disurati,” terangnya.

Edy Noah menuturkan terkait dengan ratusan siswa yang terjaring razia Satpol PP Siantar itu akan dilakukan pembinaan.

“Pihak sekolah dipanggil, dan para pelajar melakukan surat perjanjian tak akan mengulangi perbuatannya. Kalau kita patroli, tak pandang bulu juga. Mau dia pelajar SMA/SMK atau SMP yang penting pakai seragam tetap kita tertibkan. Baru kita panggil nanti pihak UPT Disdik Provinsi Sumut Wilayah Siantar untuk menghubungi pihak SMA/SMK yang bersangkutan,” ujarnya.

Edy Noah juga menyampaikan, patroli pelajar yang bolos merupakan kegiatan rutin dari Disdik Siantar.

“Itu kegiatan rutin kita dari patroli sekolah, tujuannya agar anak didik tetap dalam ruang kelas. Jadi kalau ada yang bolos, kita tertibkan,” tandasnya. (Elisbet)