Janda Pensiunan ASN Curhat ke Komisi IV DPRD Simalungun, Sekretaris Disdik : Itu Istri Kedua

Pertemuan antara Forum Guru Honor Simalungun dengan DPRD Simalungun, Senin (22/2/2021).

Simalungun, Lintangnews.com | Didampingi 2 orang diduga merupakan keluarganya, seorang perempuan inisial NS warga Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, mendatangi Komisi IV DPRD Simalungun di Pematang Raya Kecamatan Raya, Senin (22/2/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Terungkap, perempuan berkulit putih itu ingin menyampaikan kesulitan dialaminya yakni Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Sidamanik, tak mau menandatangani berkas yang diajukan.

“Suami ibu itu kan sudah meninggal. Jadi, mau berkas gaji pensiunan janda ibu itu gak mau diteken (ditandatangani) Korwil Pendidikan Sidamanik,” ungkap salah seorang yang mendampingi NS.

Menurutnya, berkas pensiunan janda Aparatur Sipil Negara (ASN) diurus NS yang tak mau ditandatangani Korwil Pendidikan Kecamatan Sidamanik itu sudah berlangsung selama 5 tahun, terhitung sejak tahun 2015.

“Suami ibu itu meninggal tahun 2015. Sejak itu lah diurus. Tetapi gak mau ditandatangani Korwil Pendidikan Kecamatan Sidamanik mulai dari Bonggua Sinaga dan saat ini dijabat Herlince Purba,” sebutnya.

Karena Korwil Pendidikan Kecamatan Sidamanik disebut tak mau menandatangani, NS tak bisa mencairkan gaji pensiunan jandanya.

“Gaji pensiunan jandanya sebesar Rp 1,2 juta per bulan,” papar pria yang mengaku warga Serapuh, Kecamatan Gunung Malela ini.

Disebut, semasa hidupnya, Saring (almarhum) yang merupakan suami dari NS bertugas di Kecamatan Sidamanik sebagai pengawas.

“Orang Kinantan di Siantar. Ibu ini istri kedua. Kalau anaknya gak ada dari almarhum,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun, Parsaulian Sinaga saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan data-data seperti ahli warisnya harus ada.

“Jadi begini, ini istri kedua. Data-data dari Pangulu atau Lurah kan harus ada. Siapa sebenarnya sebagai ahli warisnya yang menandatangani. Itu lah yang belum disampaikan,” jelas Parsaulian.

Menurut Parsaulian, karena Surat Keputusan (SK) Saring, baik surat keterangan dari Camat dan Pangulu/Lurah asal tempat tinggalnya harus ada dan sesuai.

“Karena, tanpa ahli waris itu bagaimana kita mengajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dan dia (NS) kurang harmonis dengan anak dari istri pertama almarhum,” papar Parsaulian.

Parsauluan mengatakan, setelah ditelusuri, saat ini sedang proses cerai. “Jadi, sudah pasti ada masalah dan pengacaranya juga telah datang ke sini (kantor Disdik),” ucap Parsaulian.

Sementara, Korwil Pendidikan Kecamatan Sidamanik, Herlince Purba saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler mengatakan, dirinya bukan tidak mau menandatangani berkas tersebut.

“Tetapi gak tau apa permasalahannya. Dan yang 5 tahun lalu saja gak mau juga menandatangani,” kata Herlince.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Binton Tindaon menyampaikan akan mengundang pihak Disdik. “Saat ini semua harus transparan,” ujar Binton. (Zai)