Penyebab Babi Milik Warga Panombeian Panei Mati Bukan Akibat Disuntik Vaksin Hog Cholera

67
Penangkapan babi saat akan dipasarkan milik PT Allegrindo Kecamatan Purba. Menurut pihak dinas terkait, ternak babi milik PT Allegrindo tidak terjangkit virus Hog Cholera

Simalungun, Lintangnews.com | Kadis Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Pemkab Simalungun, Pardomuan Sijabat di ruang kerjanya, kemarin, membantah jika ternak babi milik warga Kecamatan Panombeian Panei mati karena disuntik vaksin Hog Cholera.

Didampingi dokter hewan, Resna Siboro, Pardomuan juga membantah jumlah ternak babi yang mati milik warga Panombeian Panei.

“Tidak sebanyak 35 ekor seperti diberitakan oleh sejumlah media. Dan penyebab ternak babi itu mati bukan karena disuntik vaksin Hog Cholera,” imbuhnya.

Menurut Resna, sebenarnya hanya ada 10 ekor. Namun karena sedang bunting dan menyusui, maka babi tersebut tidak disuntik. Dan yang disuntik anti biotik hanya 4 ekor.

“Jadi yang disuntik itu hanya 4 ekor. Yang disuntik itu pun bukan vaksin Hog Cholera, tetapi anti biotik. Babi yang disuntik itu sudah keadaan lemas,” tegasnya.

Dikatakan Resna, bukan karena disuntik babi itu mati. Babi itu sebelum disuntik sudah keadaan lemas. Dan sudah dalam 2 hari tidak mau makan.
Sehingga saat menyuntik, petugas membantu untuk mendirikan babi tersebut.

“Jadi hanya ada 4 ekor yang disuntik dan mati semuanya,”sebut Resna.

Disinggung apakah manusia yang menkonsumsi daging babi yang terkena virus Hog Cholera berbahaya bagi kesehatan tubuh, Resna menuturkan, tidak berpengaruh.

“Yang pasti tak berpengaruh pada manusia. Jangan pernah menyamakan Cholera manusia dengan Cholera babi. Itu tidak sama. Jadi jangan takut,” paparnya. (Zai)