Polres Siantar Tetapkan Adik Pengedar Sabu Sebagai Tersangka, Abang Kandung DPO

Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih.

Siantar, Lintangnews.com | Mamat adik kandung pengedar sabu telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ini setelah Mamat melakukan penganiayaan terhadap Briptu ED anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar.

Selain itu, Jameng abang kandung pelaku juga telah masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satuan Reskrim Polres Siantar.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres, AKBP Budi Pardamean Saragih. “Pelaku (Mamat) sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan Jameng dibuat DPO,” kata AKBP Budi saat ditemui halaman Polres Siantar, Selasa, (14/1/2020).

“Tidak ada tempat untuk pelaku tindak kejahatan di Siantar sesuai instruksi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu). Kita akan tangkap abang pelaku,” tambahnya

AKBP Budi menuturkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan, kini pelaku sudah dijebloskan ke dalam penjara “Pelaku kita kenakan pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman 5 tahun penjara,” tutur Kapolres.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/1/2020) sekira pukul 10.30 WIB, saat Briptu ED anggota Sat Narkoba melakukan undercover buy (penyamaran) membeli narkotika pada Jameng.

Setelah bertemu di lokasi yang telah disepakati dengan Jameng, petugas langsung menangkapnya.

Namun, saat itu Mamat melihat abang kandung dirangkul dan ribut dengan petugas.

Tak terima abangnya ditangkap, kemudian Mamat pun mendatangi petugas dan melayangkan pukulan ke wajah Briptu ED. Sehingga rangkulan tangan petugas terlepas dan Jameng melarikan diri.

Saat itu petugas langsung mengamankan Mamat ke Polres Siantar. Sementara Briptu ED resmi membuat laporan atas peristiwa yang dialaminya. (Irfan)