Perbaikan Jalan Lastarda Kota Kisaran Buat Pengendara ‘Makan’ Abu

Kondisi lokasi perbaikan Jalan Lastarda Kota Kisaran yang berdebu.

Asahan, Lintangnews.com | Perbaikan sejumlah jalan yang rusak seperti di Jalan Lastarda Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan dengan penimbunan sudah berlangsung hampir 2 pekan.

Ternyata itu membuat keadaan jalan berdebu, sehingga mengganggu pengguna jalan. Selain itu, terlihat tidak pernah dilakukan penyiraman menggunakan air di titik-titik lokasi perbaikan.

Pekerjaan perbaikan Jalan Lastarda menggunakan dana pemeliharaan Nomor Ruas : 357 bersumber dari APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran (TA) 2022 di Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.209.598.048,88.

Sementara pelaksana pekerjaan adalah CV Udrata Karya, mulai tanggal 4 Juni 2022 dan selesai pada 30 November 2022, membuat pengguna jalan terganggu dari debu yang beterbangan saat dilintasi.

Ķontraktor atau rekanan bernama Zul kepada awak media mengakui, pihak rekanan bertanggung jawab dengan dampak di sekitar. Karena menurut Zul, itu tanggung jawab kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Pihak kontraktor harus menyiapkan yang namanya mobil tangki penyiram air. Karena bisa saya pastikan itu sudah ada dananya dan masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB),” ujar Zul, Kamis (22/9/2022)

Sementara itu Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Pemkab Asahan, Aris Muda Rambe mengatakan, akan segera menyampaikan pada pihak kontraktor.

“Dalam Minggu ini pekerjaan akan diselesaikan. Terkait abu sudah kita sampaikan pada kontraktor dan memang ini musim kemarau,” katanya melalui telepon seluler.

Salah seorang warga sekitar, Pahmi mengakui, terganggu dengan debu yang beterbangan. Dia menurutkan, kasihan setiap pagi melihat anak-anak sekolah yang harus ‘makan’ debu dari dampak lambatnya pekerjaan.

“Sayangnya pihak kontraktor terkesan cuek akan keadaan yang terjadi di lokasi itu,” ujar Pahmi yang berprofesi sebagai pedagang itu. (Heru)