Perdamaian Gagal, Kasus Penistaan Agama 4 Nakes RSUD Djasamen Saragih Berlanjut

Fauzi Munthe bersama kuasa hukumnya saat di kantor Kejaksaan Negeri Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Kasus pemandian jenazah wanita dimandikan 4 orang pria yang melanggar Fardu Kifayah Syariat Islam di RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar pada 20 September 2020 lalu berbuntut panjang.

Keempat pelaku saat ini sudah berstatus sebagai tersangka. Namun sampai saat ini masih tetap bekerja seperti biasa, karena berstatus sebagai tahanan kota, dengan dalil pihak Rumah Sakit (RS) masih kekurangan tenaga kerja (nakes).

Evi Lubis dan Muslimin Akbar yang merupakan kuasa hukum dari istri korban, Fauzi Munthe menyampaikan, telah menerima surat undangan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar untuk upaya melakukan perdamaian secara kekeluargaan.

“Ini seperti restoratif justice yang dilakukan pihak Kejaksaan untuk mempertemukan kedua belah pihak,” tutur Evi, Selasa (23/2/2021).

Fauzi Munthe, suami korban mengaku, dirinya sudah memaafkan keempat pelaku, namun masih tetap mengharapkan agar diproses seusai hukum. “Keempat pelaku sudah saya maafkan, tinggal menunggu proses hukum lah buat mereka,” ucapnya.

Seperti diketahui, pihak Kejari Siantar menjadi fasilitator bagi kedua belah pihak. Pertemuan antara Fauzi Munthe didampingi kuasa hukum bertemu dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kejari Siantar berlangsung selama 2 jam.

Namun belum mendapat titik terang, disebabkan Fauzi menginginkan para tersangka tetap diproses hukum, meskipun sudah memaafkannya.

Usai pertemuan, Muslimin Akbar mengatakan, belum ada titik terang dari pertemuan dengan pihak PPNI di Kejari Siantar.

Namun, selaku kuasa hukum korban, pihaknya akan mengawal kasus ini sampai selesai. “Belum ada hasil, tetapi kita akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tutup Muslimin. (Elisbet)