Terhitung 1 Pekan, Sat Reskrim Polres Siantar Ungkap 9 Kasus Perjudian

Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat menunjukkan sejumlah barang bukti didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto dan Kanit Reskrim Iptu Wilson Panjaitan.

Siantar, Lintangnews.com | Satuan Reskrim Polres Siantar melakukan press release pengungkapan kasus toto gelap (togel), penistaan agama dan kasus PT Agung Beton, Selasa (23/2/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Press release dipimpin langsung oleh Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, dengan didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto dan juga Kanit Reskrim, Iptu Wilson Panjaitan.

Kapolres mengutarakan, selama 1 pekan terhitung tanggal 6-14 Februari 2021, pihaknya telah mengungkap 9 kasus tindak pidana perjudian, dengan tersangka 10 orang dan uang sebesar Rp 2.800.000

Dipaparkannya, 10 orang tersangka yang berhasil ditangkap dari berbagai lokasi yakni, di Jalan Durian, Kecamatan Siantar Utara, T Butar Butar, Jalan Kabanjahe, Kecamatan Siantar Timur, R Julius Pangaribuan dan P Simanjuntak, dari Jalan Pantai Timur, Kecamatan Siantar Timur, M Purba dan F Siregar alias Pak Joy, serta Jalan Patimura Ujung, Kecamatan Siantar Marihat, F J Siahaan.

Sedangkan dari Kecamatan Siantar Martoba berinisial ASB alias Budi dan T Pardede. Sementara yang terakhir dari Kecamatan Siantar Selatan berinisial SS dan JS.

“Perintah pak Kapolda Sumut bahwa tidak ada perjudian di Sumatera Utara terkhusus di Diantar, sehingga saya langsung memerintahkan Sat Reskrim untuk melakukan penangkapan,” terang Kapolres.

Para tersangka, ujarnya dikenakan dengan pasal 303 tentang tindak pidana kasus perjudian, dengan pidana penjara maksimal 10 tahun penjara.

Lanjut AKBP Boy di tahun 2021 pihaknya telah melimpahkan beberapa perkara salah satunya yaitu kasus lenistaan agama dengan 4 tersangka berinisial DAA, RE, ES dan RS. Dimana berkasnya telah P21 atau lengkap dan telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar.

“Yang kedua, kasus kecelakaan kerja PT Agung Beton, dan telah kita serahkan beserta barang buktinya ke Kejaksaan,” tandasnya. (Elisbet)