Petugas RS Darurat Covid-19 ‘Tersakiti’, Bupati Simalungun Perintahkan Kembalikan Insentif

Surat perintah dari Plt Dirut RS Covid-19 Batu XX tentang himbauan pengembalian insentif atas perinta Bupati Simalungun, JR Saragih.

Simalungun, Lintangnews.com | Seluruh petugas Rumah Sakit (RS) Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu XX, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, harus mengembalikan insentif yang sempat diterima.

“Iya, insentif japel (jasa pelayanan). Kami semua harus mengembalikan,” ungkap salah seorang petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 Batu XX melalui telepon seluler, Minggu (6/12/2020).
Padahal, petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu XX baru 1 kali itu menerima insentif. Sedangkan, insentif untuk bulan September sampai November belum direalisasikan.

“Sebelumnya, belum ada kami terima. Baru ini kami dapat. Itu pun tak tau kami insentif untuk bulan berapa. Dan untuk bulan September sampai November pun gak ada cair,” paparnya sembari mengaku merasa ‘tersakiti’.

Selain itu, pengembalian insentif, petugas (medis) sudah mempertanyakan dan minta penjelasan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19, Alpian Saragih.

Namun, tidak mendapatkan penjelasan dan jawaban. “Kami minta penjelasan, belum ada jawaban mereka. Gak mau mereka menjelaskan,” jelasnya sembari minta agar dilakukan penelusuran terkait insentif tersebut.

Sementara itu, seluruh petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 harus mengembalikan insentif yang sempat diterima, atas perintah Bupati Simalungun yang tertuang dalam surat tertanggal 3 Desember 2020 Nomor : 802/RSDFK.Covid-19/2020.

Dalam surat yang ditandatangani Alpian Saragih tertulis sehubungan dengan telah dibagikannya dana insentif bagi pegawai RD Darurat Fasilitas Khusus Covid-19, dan atas perintah Bupati Simalungun untuk melaksanakan perihal sebagai berikut :

Kepada pegawai yang telah menerima insentif melalui dana klaim BPJS untuk sesegera mungkin ke rekening Rumah Sakit Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 dengan nomor rekening BNI 1129333845 dengan menyerahkan bukti pengiriman/slip pembayaran kepada bendahara Rumah Sakit Darurat Fasilitas Khusus Covid-19, Elpira Rodearni Purba.

Alpian Saragih saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Minggu (6/12/2020) sekira pukul 17.28 WIB membenarkannya. “Iya, karena belum ada Peraturan Bupati (Perbup)nya,” jawabnya.

Alpian menjelaskan, bulan insentif yang sempat dibagikan dan harus dikembalikan petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 tidak ada disebutkan.

“Gak disebutkan bulannya. Karena, yang diterima sampai bulan Agustus. Gak taulah sampai bulan berapa. Pokoknya adalah insentif. Ada yang dapat Rp 1 juta, Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta,” jelas Alpian yang merangkap sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) itu.

Saat ditanya, mengapa direalisasikan sebelumnya jika Perbup belum ada? Alpian menuturkan, karena sewaktu itu dianggap bisa dibagi.

“Rupanya harus keluar Perbup, makanya ditarik kembali. Karena, peraturannya belum ada,” ucap Alpian seraya menerangkan jumlah petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 yang harus mengembalikan berkisar 144 orang.

Kembali ditanya, apakah seluruh petugas RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 harus mengembalikan insentif atas perintah Bupati Simalungun sesuai dengan surat yang diterbitkan, Alpian mengaku, tidak dan surat tersebut sudah diralat.

“Surat itu tidak berlaku lagi serta diralat, dan pengembalian karena belum ada peraturannya. Menunggu adalah peraturannya dari pimpinan dan Kabag Hukum baru direalisasikan lagi,” ucap mantan Kabag Ekon ini. (Rel/Zai)