Pj Nyatakan Mundur Diri karena Proyek Dana Desa Dikuasai Mantan Pangulu, Sarimuda Berlaku ‘Arogan’

Camat Dolog Masagal, Jo Rasman Saragih dan suasana rapat Komisi I DPRD Simalungun dengan mitra kerja, Senin (26/9/2022).

Simalungun, Lintangnews.com | Pengerjaan proyek yang bersumber dari dana desa tahap II tahun anggaran 2022 ‘dikuasai’ oleh mantan Pangulu Nagori Pematang Sinaman, Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Roliansen Saragih yang masa jabatannya berakhir pada 17 Agustus 2022 lalu.

Camat Dolog Masagal, Jo Rasman Saragih meminta wartawan mempertanyakan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN). Karena dirinya sejak menjabat Camat tidak pernah diundang pada pelaksanaan uji trial.

“Itu pak Dinas PMPN kuncinya. Dinas PMPN yang paling paham prosedur pencairan Dana Desa. Ketika kalau diminta dari saya ada rekomendasi, ada tanda tangan Camat ya saya kondisikan. Dan sudah pernah saya pertanyakan,” imbuh Jo Rasman, Senin (26/9/2022).

Dia menyampaikan, menurut Dinas PMPN bukan seharusnya ditandatangani oleh Camat. “Tetapi yang lebih paham ya Dinas PMPN lah, termasuk pengawasan, memeriksa administrasi. Kemudian Pangulu sebagian saja yang mengundang Camat untuk uji trial,” tukasnya.

Sebelumnya, pada rapat Komisi I dengan mitra kerja yang dipimpin Ketua Komisi, Erwin Saragih. Penjabat (Pj) Pangulu Pematang Sinaman mengatakan, akan mengundurkan diri akibat Roliansen Saragih menguasai atau mengelola proyek dana desa.

Tak terima digertak mengundurkan diri oleh Pj Pangulu, Asisten 1 Pemkab Simalungun, Sarimuda Purba selaku kordinator eksekutif pada rapat Komisi I dengan mitra, Senin (26/9/2022) di ruang Komisi I DPRD di Pematang Raya justru menggertak balik.

“Jika tidak menggunakan satu rupiah pun disini, bapak gak ada sangkut pautnya di kegiatan ini. Makanya saya bilang, Camat silahkan komunikasikan dengan yang mantan. Jangan begini, kita tidak berkeinginan masyarakat atau mantan Pangulu ini terjerat,” sebutnya.

Sarimuda menambahkan, agar diupayakan semaksimal mungkin. “Kalau bapak gak ada masalah di bapak. Pj gak ada masalah. Yang penting dibedah oleh Inspektorat. Kedepan bapak, kebelakang bukan tanggung jawab bapak,” tukasnya.

“Katanya kok bapak jadi mundur, saya juga perlu mempertanyakan ke publik. Kok mundur, apa yang bapak takutkan. Bukan bapak yang mempertanggung jawabkan pencairan tahap II,” ancam Sarimuda yang notabene mantan Kadis PMPN itu. (Zai)