Polisi dan Camat Bandar akan Selidiki Warung Remang-Remang di Jalan Perdagangan-Perlanaan

Simalungun, Lintangnews.com | Camat Bandar, Amon Carles Sitorus menyampaikan akan melakukan menjajaki kehadiran warung remang-remang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Perdagangan- Perlanaan Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

“Iya warung remang-remang. Saya jejaki duluan lah. Karena, saya masih seminggu di sini,” ucap Amon Carles Sitorus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Sementara salah seorang warga mengungkapkan, warung di sepanjang pinggiran Jalinsum itu diduga liar dan menjual miras (minuman keras) yang berpotensi memicu aksi kriminal.

“Liar warungnya itu, karena di pinggiran Jalinsum lokasinya. Kalau malam ramai di warung itu dan menjual miras. Makanya rawan aksi kriminal,” ungkap warga sembari meminta identitasnya dirahasiakan.

Keberadaan warung-warung itu diduga lapak esek-esek dan prostitusi, karena pada malam hari tak hanya dari kalangan pria sebagai pengunjung, melainkan sejumlah perempuan.

“Cocok memang kalau diberitakan. Tempat prostitusi itu. Kalau malam ada juga perempuannya. Kebanyakan pengunjung di warung itu dari Bosar Maligas dan supir truk,” bebernya.

Selain itu, warung-warung tersebut diduga sebagai hunian atau tempat tinggal bagi pasutri (pasangan suami istri) illegal. “Ada juga yang tinggal di warung itu perempuan sama laki-laki, tetapi bukan pasangan suami istri,” jelasnya.

Kapolsek Perdagangan, AKP Supendi dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler menegaskan, segera melakukan penyelidikan ke lokasi warung di pinggiran Jalinsum itu. “Oke, nanti kita perintahkan anggota ke sana untuk melakukan lidik,” tegas Kapolsek.

Pantauan di lokasi, ada belasan warung sepanjang Jalinsum itu diduga sebagai lapak prostitusi dan maksiat. Belasan warung itu terbuat dari papan dan broti serta tepas.

Sebelumnya, informasi diperoleh, Sabtu (19/10/2019) dari belasan warung itu diduga lapak prostitusi, di mana seorang pengelolanya bermarga Tarigan dan mengaku keluarga dari Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Bosar Maligas.

“Yang di Simpang Gunung Bayu itu cafenya. Seperti cafe esek-esek. Namun 1 hari ini tidak ada nampak pemiliknya,” jelas warga sekitar. (Zai)