Polres Taput Amankan Pelaku Kejahatan Penjual Hewan yang Dilindungi

Pemaparan pengungkapan kasus jual beli satwa yang dilindungi.

Taput, Lintangnews.com | Polres Tapanuli Utara (Taput) mengamankan 2 orang pelaku jual beli satwa dilindungi berupa sisik trenggiling dan paruh burung rangkong dari 2 lokasi berbeda di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput.

Dua orang pelaku yang diamankan masing-masing Leonardo Rambe Sihombing (33) warga Desa Bahal Batu III, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Taput sebagai pelaku jual beli sisik trenggiling.

Dan Sulaiman (44), warga Desa Matang Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh sebagai pelaku penjual paruh rangkong gading.

Tersangka Leonardo diamankan Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 13.00 WIB, saat melakukan jual beli sisik Trenggiling di Jalan DI Panjaitan SPBU BPS, Kelurahan Huta Toruan X, Kecamatan Tarutung.

Sedangkan tersangka Sulaiman diamankan pada hari yang sama sekira pukul 18.20 WIB, saat melakukan jual beli paruh burung rangkong gading di lokasi Tugu Lonceng Kelurahan Huta Toruan VI , Kecamatan Tarutung.

Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi menjelaskan, penangkapan kedua tersangka ini berhasil dilakukan atas kerja sama dengan Polda Sumatera Utara, Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA Sumut dan Polres Taput.

“Untuk kasus sisik trenggiling, Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 11.00 WIB, petugas Satuan Reskrim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang penyimpanan sisik satwa dilindungi jenis sisik trenggiling di wilayah hukum (wilkum) Polres Taput dan akan dilakukan transaksi jual beli di salah satu SPBU di Kecamatan Tarutung,” terangnya, Selasa (9/8/2022).

Selanjutnya petugas langsung melakukan penyelidikan di Jalan DI Panjaitan SPBU BPS Kelurahan Huta Toruan X. Sekira pukul 13.00 WIB,petugas menemukan seseorang mencurigakan yang membawa 2 karung berisi sisik trenggiling.

Petugas langsung menemui orang dimaksud dan menanyakan isi dari karung tersebut. Lalu menemukan isi karung adalah sisik dari hewan trenggiling, dengan berat lebih kurang 38 kg. Dengan harga kulit trenggiling sekitar USD 3.000 atau Rp 43 juta rupiah per kg dan diperkirakan totalnya mencapai Rp 1,6 miliar.

Sementara, dalam pengungkapan kasus paruh burung rangkong gading, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang transaksi jual beli paruh burung rangkong gading di Kota Tarutung, Kecamatan Tarutung.

Saat itu sekira pukul 18.20 WIB, di hari yang sama, petugas menemukan seseorang mencurigakan membawa 1 tas ransel. Petugas menemukan isi tas ransel adalah paruh burung rangkong gading sebanyak 10 buah.

Dengan harga paruh burung rangkong sekitar USD 266 atau sekitar Rp 40 juta rupiah per kepala, sehingga diperkirakan totalnya mencapai Rp 500 juta. Sehingga total kerugian dari keseluruhan penjualan satwa terlindungi tersebut ditaksir Rp 2,1 miliar.

“Rencananya keduanya akan menjual sisik dan paruh burung itu ke Negara Cina,” terang Kapolres.

Kedua pelaku dipersangkakan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a dan d jonto pasal 40 ayat 2 dari Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dimana setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain dari satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. (Pembela)