Polres Tobasa Tahan Ayah Aniaya Anak Kandungnya Usia 9 Tahun

80
Pelaku saat dimintai keterangan di Unit PPA Polres Tobasa.

Tobasa, Lintangnews.com I Polres Toba Samosir (Tobasa) memberikan keseriusan dalam penindakan terhadap kekerasan terhadap anak di wilayah hukumnya.

Hal ini dibuktikan dengan melakukan penahanan terhadap seorang ayah kandung, Haris Silalahi, warga Desa Patane V, kecamatan Porsea yang telah menganiaya anaknya berusia 9 tahun.

Ini disampaikan Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo melalui Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar, Selasa (14/1/2020), jika untuk segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap anak tidak ada kata damai dan maaf.

“Sebab penganiayaan terhadap anak diatur khusus dalam pasal 76C Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014, yang berisikan ‘setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak’,” tegas AKP Nelson.

Dia menuturkan, kejadian ini sempat viral di salah satu media sosial (medsos), Senin (13/1/2020) sekira pukul 12.00 WIB.

Kemudian, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama tim Opsnal Resmob Polres Tobasa yang dipimpin Kanit PPA, Aipda Idris Simangunsong melakukan analisa dan mencari lokasi sesuai petunjuk medsos.

Lalu menuju Desa Patane V dan benar saja ada kejadian perlakuan kekerasan terhadap anak kandungnya.

Lanjut AKP Nelson, menurut keterangan terduga Haris dari hasil interogasi, kejadian pemukulan terjadi akibat persoalan sepele. Anak perempuannya melakukan pemutusan kabel alat memasak.

Tanpa bisa meredam emosi, kemudian Haris melakukan pemukulan terhadap anak perempuannya tepat di wajahnya. Ini mengakibatkan wajah anaknya mengalami lebam-lebam.

Untuk tindakan selanjutnya, anak yang menjadi korban kekerasan orang tuanya langsung dibawa untuk visum ke RSUD Porsea, Kabupaten Tobasa.

“Sedangkan pelaku yang juga orang tua kandung si anak, saat ini sudah kita tahan di Polres Tobasa. Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini dipastikan akan kita proses dengan penyidikan yang serius. Ini agar ada efek jera bagi setiap pelaku,” kata AKP Nelson. (Asri)