Polrestabes Medan Proses Oknum Polisi Pemeras Warga dan Terancam 9 Tahun Penjara

Wakapolrestabes, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Muhamad Firdaus saat menggelar konferensi pers.

Medan, lintangnews.com | Polrestabes Medan akhirnya resmi menetapkan status tersangka kepada oknum polisi berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) berinisial PKS yang sebelum viral di sosial media (medsos), karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang mahasiswi di Jalan Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Mewakili Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Wakapolrestabes, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Muhamad Firdaus, Sabtu (13/11/2021) menjelaskan, pihaknya tidak akan mentolelir perbuatan-perbuatan yang tak baik seperti itu.

“Kita akan tegas dan proses. Akan kita pidanakan dan tidak main main, AGAR hal seperti ini jangan sampai terulang kembali,” sebutnya.

Wakapolrestabes menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim gabungan dari penyidik Reskrim dan Propam Polrestabes Medan didapat fakta jika Bripka PKS terbukti melakukan tindakan pemerasan terhadap seorang mahasiswi pengendara motor dengan meminta uang sebesar Rp 200 ribu, namun korban hanya memberikan hanya Rp 100 ribu.

Mantan Kapolres Oku Palembang ini menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaa terhadap 2 orang saksi yang melihat kejadian tersebut di lapangan.

“Rekan-rekan media dapat memantau hasilnya, kita tidak main-main dalam memproses kasus ini. Tersangka dijerat dengan pasal 368 jo pasal 53 dengan ancaman 9 tahun penjara,” tandas mantan Kapolres Mandailing Natala (Madina) ini. (Muhardi)