Polri Berbelasungkawa atas Korban Musibah Banjir Melanda Indonesia

81
Penyaluran bantuan logistik pada para korban banjir.

Jakarta, Lintangnews.com | Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan turut berbelasungkawa atas musibah bencana alam yang terjadi di tanah air, dari banjir bandang di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara hingga banjir di Jabodetabek.

“Saya atas nama Kapolri, Jenderal Idham Azis menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dimana bencana banjir dan banjir bandang yang terjadi di tanah air menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material,” kata Komjen Pol Agus, Jumat (3/1/2020).

Bencana yang terjadi di tanah air, ungkap Komjen Pol Agus selain karena faktor alam dimana curah hujan yang tinggi, juga disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga alam seperti tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan saluran air. Sehingga pada saat terjadi curah hujan yang debit airnya tinggih, air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.

Baharkam Mabes Polri juga sudah menyalurkan bantuan logistik terhadap warga yang terkena musibah dari beras, minyak, mie instan, biskuit, obat-obatan, air mineral hingga pendirian posko sementara.

“Mari kita bahu-membahu membantu sesama, tidak perlu saling menyalahkan. Meringankan beban warga lebih baik dari pada tidak sama sekali. Saya juga sudah perintahkan di jajaran Baharkam untuk turun dalam misi kemanusian ini,” beber Komjen Pol Agus.

Beberapa lokasi penyaluran yakni korban banjir bandang di Labura dan Jabodetabek di Satpas Simpang Daan Mogot, Perumahan Taman Semanan Indah Kelurahan Duri Kosambi, dan lokasi lainnya.

Hingga saat ini, air masih menggenangi perumahan warga dengan ketinggian beragam dari 50-75 cm.

Komjen Pol Agus menghimbau kepada warga korban banjir untuk tidak segan mengambil bantuan logistik dan obat-obatan di pos-pos yang disediakan.

Banjir bandang di Labura melanda 3 Desa di Kecamatan Na IX-X menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 2 lagi dinyatakan hilang masih dalam proses pencarian, juga 17 unit rumah rusak berat.

Sedangkan di Jabodetabek menyebabkan 43 orang meninggal dunia, serta merusak seribuan rumah dan kendaraan. (Heru)