Polsek Padang Hilir Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMP Katolik Cinta Kasih

Kapolsek Padang Hilir, AKP David Sinaga saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Melihat tingginya penggunaan pemakaian narkoba, terkhusus di kalangan generasi muda, Polsek Padang Hilir Polres Tebingtinggi melakukan penyuluhan ke sejumlah sekolah.

Kali ini Kapolsek, AKP David Sinaga melakukan penyuluhan di SMP Katolik Cinta Kasih, Selasa (19/2/2019). Kapolsek menjelaskan, narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya.

“Narkoba secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti ‘kelenger’. Hal yang bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri (flay),” sebut AKP David.

Sebab, narkoba adalah bahan kimia baik sintetik ataupun organik yang merusak kerja saraf. Pengertian narkoba oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diartikan sebagai Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif).

“Pengertian narkotika secara umum adalah obat-obatan yang mampu membius, untuk itu perlu antisifasi secara dini,” sebutnya.

Kapolsek menuturkan, menurut UU Nomor 35 Tahun 2009, narkoba adalah sejenis zat atau obat yang berasal dari tanamam atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, sehingga dapat menimbulkan ketergantungan.

Menurut AKP David, narkoba sendiri memiliki berbagai jenis, diantarnya adalah heroin, ganja dan sabu-sabu. Heroin adalah sejenis opioid alkalaoid yang memiliki bentuk seperti kristal putih. Heroin memiliki efek samping bagi penggunanya yaitu dapat menimbulkan halusinasi yang berlebihan.

Kapolsek Padang Hilir, AKP David Sinaga bersama para pelajar SMP Katolik Cinta Kasih.

“Kalau ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun tanaman ini lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada biji buahnya. Zat ini dinamakan dengan tetrahidrokanabinol yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia berlebihan,” ujarnya.

Sedangkan sabu-sabu adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik yang memiliki efek samping bagi penggunanya seperti, hiperaktif, pupil melebar, kegelisahan, mulut kering, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

“Jadi narkoba juga mengandung berbagai zat seperti, stimulan, halusinogen, depresan dan zat adiktif. Zat stimulation, zat ini dapat membuat penggunanya lebih bertenaga untuk sementara waktu,” jelas Kapolsek.

Lanjut AKP David, zat halusinogen dapat mengakibatkan penggunanya berhalusinasi dengan melihat hal atau benda yang tidak ada menjadi ada contohnya adalah kokain.

Sementara itu zat depresan adalah zat yang dapat menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai akan merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tak sadarkan diri. Sedangkan zat adiktif ialah zat yang dapat membuat penggunanya menjadi kencanduan.

“Oleh sebab itu, mari lawan narkoba dengan cara belajar dan berdoa. Manfaatkan waktu dengan sebaiknya untuk keberhasilan anda semua,” pesan AKP David. (purba)