Proyek Peningkatan Jalan Provinsi di Sei Kepayang Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Asahan, Lintangnews | Proyek peningkatan jalan Provinsi Tanjung Balai (Pangkalan Tembok) Pasa-1 batas Labuhanbatu Utara (Labura) di Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan diduga dikerjakan asal jadi.

Ini karena banyak permukaan jalan yang masih bergelombang.

Diketahui kegiatan peningkatan jalan provinsi milik UPT Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Jalan Tanjung Balai, dana sebesar Rp 11.311.488.986 itu bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara, dengan penyedia jasa PT Mitra Cendana Construction dan Kons Suvervisi CV Gunung Agung Sejahtera.

Dalam pemadatan menggunakan material seru air yang berasal dari Kota Binjai diduga dikerjakan asal jadi, sehingga hasilnya tidak rata akibatnya jalan bergelombang.

“Disayangkan dengan dana puluhan miliar rupiah pemadatan jalannya seperti ini bergelombang dan masih banyak yang berlobang besar dan hamparan sertu air nya pun berserakan,” ungkap salah seorang warga, Samadi.

“Ditambah lagi penggunaan plastik yang digunakan untuk tempat hamparan sertu air diduga kualitasnya di bawah standard. Sudah begitu pengawas lebih sering duduk di warung dari pada di lokasi,” ucapnya, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu pengawas kegiatan dari UPT Dinas Bina Marga dan Konstruksi Jalan Tanjung Balai, Hendrik ketika dikonfirmasi di lokasi membenarkan bahwa material pemadatan jalan tersebut berasal dari Binjai.

“Ini namanya sertu air, sangat cocok digunakan di lokasi tanah gambangan seperti di sini karena kadar asam yang tinggi. Sertu memang ada beberapa jenis, namun sertu air yang dipilih untuk di sini,” ucapnya.

Namun ketika disinggung terkait materai plastik dan beberapa titik badan jalan yang bergelombang, Hendrik langsung pergi dan tidak kembali lagi. Dan ketika dihubungi melalui telepon seluler tidak menjawab.

Pantauan lintangnews.com di lokasi masih banyak titik badan jalan bergelombang, berlobang dan hamparan material sertu air berserakan ke pinggir jalan. (Handoko)