PT Telkom Siantar Berjanji akan Bangun Kembali Masjid Al-Jihad

Siantar, Lintangnews.com | Berawal dari desakan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Siantar, akhirnya PT Telkom memutuskan untuk membangun kembali Masjid-Al Jihad.

Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar General Manager Witel Sumut PT Telkom, Binsar Uli Johner Silalahi bersama KNPI Siantar dan sejumlah organisasi bertempat di gedung Balei Merah Putih, Jalan WR Supratman, Kota Siantar.

Ilal Mahdi Nasution selaku Ketua KNPI Siantar mengatakan, surat somasi yang dilayangkan pihaknya kepada PT Telkom soal Masjid Al-Jihad tidak mempersoalkan tentang status tanah.

“Kami KNPI tidak pernah mempersalahan status tanah wakaf atau tidak. Padahal jadi masalah yakni Masjid Al-Jihad yang menjadi rumah ibadah telah hilang. Kami meminta Telkom mendirikan kembali mesjid. Selain itu, kami meminta PT Telkom minta maaf kepada umat muslim,” ucap Ilal, Selasa (26/11/2019).

Sementara itu, Ketua MUI Siantar, HM Ali Lubis mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan kekondusifan Kota Siantar.

“Siantar adalah kota toleran no 3 di Indonesia . Jadi penting sekali menjaga keharmonisan ini. Namun perlu kita ingat, PT Telkom maju karena andil umat Islam hasil dengan doa doa umat muslim. Ada Masjid dirobohkan, silahkan membangun. Tapi tolong dibangun kembali Masjid untuk kepentingan umat,” ucapnya.

Menanggapinya, Binsar Uli Johner Silalahi menyambut hal tersebut dengan baik. Dirinya akan sampaikan hasil rekomendasi diskusi hari ini dengan membangun kembali Masjid Al-Jihad.

“Namun saya tidak bisa memastikan kapan realisasinya. Saya berharap permasalahan ini agar selesai usai pertemuan ini,” sebutnya.

Binsar mengatakan, merasa sangat senang dengan petemuan guna mencari solusi permasalah Masjid Al-Jihad. Ia juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengatakan, pihaknya ingin menjaga kerukunan antar umat beragama yang telah menjadi budaya Siantar.

“Karena itu kami tanggapi, apalagi hal ini sensitif. Kalau ada yang tidak sesuai kami minta maaf. Kami sangat menjaga kerukunan umat baik dalam PT Telkom ataupun masyarakat. Jika ada yang perlu diluruskan dan dicarikan jalan keluarnya kita akan lakukan yang terbaik,” sebutnya.

Sementara itu, Kakan Kementrian Agama Siantar, M Hasbi mengatakan, status tanah merupakan milik PT Telkom. Hal itu sesuai bukti surat yang dimiliki pihak PT Telkom dan batas tanah.

“Bahwa surat itu tanah Telkom dan bukan wakaf. Ini dibuktikan dengan adanya surat kelengkapan suratnya,” papar Hasbi.

Dirinya meminta agar persoalan diselesaikan secara musyawarah. “Mohon karena ini menyangkut Masjid, demi Allah agar hal ini selesai dengan hari ini secara musyawarah untuk pentingan umat. Dengan adanya permasalahan ini pasti menciptakan hal yang baik dengan adanya perbaikan yang dilakukan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Siantar, Natsir Armaya Siregar mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat agar dikembalikannya fungsi Masjid Al-Jihad.

“Kemarin itu Masjid bukan Musholah. Jadi harapan kami tetap meminta Masjid didirikan sendirian seperti Masjid pada umumnya,” sebutnya.

Pertemuan itu dihadiri Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar, Faidil Siregar, Ketua GPII, Wahyudi serta pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Siantar. (Elisbet)