Toba, Lintangnews.com I Masyarakat Desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba sering mengeluhkan kondisi lahan sawah pertanian mengalami kekeringan saat musim tanam tiba, terlebih musim kemarau, karena sumber air sulit didapatkan.
Untuk mengatasi dampak kekeringan yang terjadi di lahan masyarakat seluas ratusan hektar biasanya untuk tanaman padi, diperlukan pembuatan embung sebagai stok penyimpanan air saat musim kemarau.
Atas kebijakan dan hasil musyawarah desa yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Jonggi Manulus, Heli Falber Manurung mengambil keputusan agar mengajukan bantuan kepada PT TPL untuk pembuatan embung di Tanjungan Dusun I.
Kebetulan di lokasi itu ada cekungan yang mengandung air, sehingga tidak butuh waktu yang lama dalam pembuatan embung, sekaligus mengarahkan saluran air ke sawah masyarakat.
Seperti dikatakan Kades Jonggi Manulus melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Winda Erika Ginting, tidak adanya jalan keluar mengatasi kekeringan harus membuat embung dan dapat membantu kesulitan itu saat ini hanya PT TPL.
“Tidak butuh waktu lama, setelah proposal kita sampaikan kepada perusahaan. Mereka langsung menurunkan alat berat untuk membersihkan cekungan lokasi tersebut dan mengeruk tanah jalan keluar air dari embung,” kata Winda, Kamis (12/11/2020).
Menurutnya, masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) berterimakasih dengan bantuan alat berat yang diberikan perusahaan, sehingga masalah kekeringan dapat teratasi jika musim tanam padi tiba.
“Namun demikian pihak perusahaan jangan pernah jemu dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, demi kepentingan umum terlebih peningkatan ekonomi masyarakat,” harap Winda.
Pihak PT TPL melalui Bahara Sibuea sebagai humas perusahaan membenarkan bantuan alat berat selama 1 hari kepada Desa Jonggi Manulus pada Selasa (10/11/2020) dalam pembuatan embung dan saluran embungnya.
“Lokasi itu merupakan sebuah cekungan. Kita hanya sekedar membersihkan cekungan agar daya tampung air lebih maksimal lagi. Lebih tepatnya membersihkan, untuk pengerukan dari awal jalan keluar air dari Embung tersebut menuju sawah warga,” kata Bahara.
Atas usulan untuk tetap mengulurkan tangan dalam membantu masyarakat di sekitaran perusahaan atau berada di konsesi PT TPL, maka disanggupi pihak perusahaan.
“Pihak perusahaan selalu menyambut, selama permintaan dari pemerintah dan warga untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi bantuan dan pembangunan itu dapat meningkatkan ekonomi dari masyarakat itu sendiri,” tegas Bahara. (Asri)


