Puluhan Driver Mitra Gojek Turun ke DPRD Siantar, Ini Tuntutannya

Massa driver mitra Gojek saat di kantor DPRD Siantar. (elisbet/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Mitra driver Gojek Siantar kembali turun ke jalan, setelah tuntutan mereka sebelumnya tidak terpenuhi.

Anggota DPRD Siantar menerima aspirasi pengunjuk rasa dan berjanji memfasilitasi pertemuan dengan manajemen Gojek Siantar.

“Kita hadirkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pemko Siantar untuk membahas persoalan ini. Kita akan memfasilitasi pertemuan,” kata Ketua DPRD Sementara, Timbul Lingga, Rabu (4/9/2019) kepada puluhan pengunjuk rasa.

Hadir saat itu, Abidin Damanik selaku Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dishub. Ia menyampaikan, bahwa tuntutan para driver Gojek sebelumnya sudah ditindaklanjuti dengan menyurati pihak manajemen Gojek Siantar.

“Atas tuntutan bapak ibu kemarin, kami melayangkan surat kesana. Tetapi belum dibalas dari Gojek sampai sekarang. Karena ada panggilan anggota dewan ini, kami akan surati lagi dan bertemu dengan pihak Gojek,” kata Abidin.

Dalam kesempatan itu, DPRD Siantar memanggil perwakilan Pemko Siantar yang dihadiri Staff Ahli Bidang Pembangunan, Daniel Siregar dan Kabag Tata Pemerintahan, Junaedi Sitanggang.

Pemko Siantar dengan Dishub akan berkoordinasi dengan manajemen Gojek untuk menyusun jadwal pertemuan antara driver yang difasilitasi DPRD.

“Mungkin 2 minggu lagi pertemuannya,” kata salah satu driver yang ikut berunjuk rasa.

Dalam aksi unjuk rasa kedua kalinya itu, puluhan driver Gojek mengeluh karena skema tarif yang diberlakukan di Siantar naik.

Para driver menilai, akibat naiknya skema tarif minat masyarakat untuk memesan layanan transportasi berbasis online itu menurun. Selain itu, orderan Gojek di Siantar belakangan ini sepi.

Dalam aksi unjukrasa ini, mereka meminta Wali Kota ikut berperan sebagai penentu kebijakan dalam penetapan tarif Gojek di Siantar.

Karena para driver menilai, kebijakan dalam kenaikan tarif ditentukan sendiri oleh pihak manajemen, tanpa melibatkan mitra driver maupun pemerintah setempat.

“Kami minta skema tarif dan insentif bonus driver kembali ke awal,” tutur pengunjuk rasa. (Elisbet)