Rakor PPKM Mikro Pemkab Simalungun, Wakil Bupati Sebutkan 2 Kecamatan Zona Merah

Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi saat memimpin rakor PPKM Mikro.

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati Simalungun diwakili Wakil Bupati, Zonny Waldi membuka rapat koordinasi (rakor) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di rumah dinas Bupati, Jalan Suri-suri, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (8/7/2021).

Wakil Bupati menyampaikan, Covid-19 ini bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kegiatan sosial dan agama.

Menurutnya, Pemkab Simalungun menyambut apa yang telah disampaikan pemerintah pusat dengan dikeluarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 17 Tahun 2021 dan instruksi Gubernur Sumatra Utara Nomor : 188.54/26/Instruksi/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko pengamanan Covid-19.

“Di Sumatara Utara ada 12 Kabupaten/Kota dalam kondisi zona merah dan orange. Khusus di Kabupaten Simalungun frekuensinya menurun di awal 90, 80 dan hari ini 56. Dengan data hari ini kasus suspek 40, kasus protable 0, kasus konfirmasi 60, sembuh 1.373 dan kematian protabel 64 dan konfirmasi 130,” kata Wakil Bupati.

Zonny Waldi juga menyampaikan, agar ada update data mana yang merah dan orange, sehingga bisa disampaikan ke Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Untuk Kabupaten Simalungun, ada 2 Kecamatan yang berada di zona merah, yakni Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan Tanah Jawa.

“Harapan kita, zona merah di 2 Kecamatan itu agar cepat berubah ke hijau,” kata Zonny Waldi, seraya menyarankan agar vaksinansi lebih diarahkan ke kedua Kecamatan tersebut.

Pelaksanaan Qurban 1 Hari Usai Idul Adha

Kepada perangkat pemerintahan di Nagori dan Kelurahan, Wakil Bupati menghimbau agar melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait teknis penyembelihan hewan qurban agar jangan dilaksankan pada hari H, tetapi 1 hari setelah Idul Adha.

Sementara itu, Kakan Kemenag Simalungun, Sakoanda Siregar menyampaikan, surat edaran Mentri Agama Nomor : 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Sholat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksaanan Qurban Tahun 1442 H/2021M.

“Kegiatan takbiran keliling tidak dibenarkan dan dapat dilakukan melalu virtual dari Masjid atau Mushola. Sholat Idul Adha 10 Dzulhija dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, Masjid dan Mushola di luar zona merah dan orange yang dinyatakan aman oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

Sakoanda juga menuturkan, wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan menyampaikan khotbah secara singkat, padat, serta paling lama 15 menit.

“Jamaah yang hadir paling banyak harus 50 persen dari kapasitas Masjid atau lapangan terbuka,” kata Sakoanda sembari menyampaikan, sudah dilaksanakan sosialisasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh agama di 32 Kecamatan di Simalungun.

“Terkait penyembelihan hewan qurban diharapkan dilaksanakan pada hari tasrik 11,12,13 dzulhijah dan jangan dilaksanakan pada 10 atau hari H,” ujar Sakoanda.

Prioritas Vaksin dan Sekolah Anak-Anak

Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani menyampaikan, kegiatan ini adalah tindak lanjut instruksi pemerintah pusat yang harus dilaksanakan dalam menekan penyebaran Virus Corona, dengan cara lebih humanis agar tidak mengkhawatirkan.

“Melalui Bupati kami meminta, kalau kemarin pejabat publik, TNI dan Polri sudah divaksin, hari ini lebih diproritaskan tokoh agama dan pelayanan keagamaan, karana mereka juga berhadapan dengan publik atau umat. Dinas Pemberdayan Masyarakat agar terus ingatkan dan surati Panguluh untuk membuka posko agar teridenivikasi warga pendatang dan baru. Paling tidak ini dapat menekan penyebaran Covid-19,” kata Timbul.

Sementara Rektor Universitas Simalungun (USI), Corry Purba meminta kepada Pemkab Simalungun, agar anak-anak yang tidak sekolah diperhatikan, agar tak banyak ketinggalan dalam banyak hal, terutama penerimaan ilmu.

“Kami dari dunia pendidikan dan kampus juga sudah berupaya dalam mencegah penyebaran Covid-19, serta menerapkan prokes dalam dunia kampus. Bahkan saya mengejar orang yang tidak pakai masker masuk ke kampus. Walaupun bukan bagian dari rapat kita, ini merupakan tantangan bagi kita karena semua mempunyai anak-anak. Ini Agar kita tidak lupa kepada kesehatan dan pendidikan anak-anak,” kata Corry. (Rel/Zai)