Rektor USI: Tidak ada Mahasiswa Ikut Lakukan Aksi Hadang Truk Mitra PT TPL

Rektor USI, Corry Purba.

Siantar, Lintangnews.com | Aksi dilakukan salah satu kelompok mencaplok nama Universitas Simalungun (USI) dalam penghadangan truk mitra PT Toba Plup Lestari Tbk (TPL) bermuatan kayu eucalyptus material di Kota Siantar dan mengusung isu pengrusakan lingkungan di seputaran kawasan Danau Toba yang dilakukan perusahaan, Sabtu (5/6/2021) lalu ternyata tidak benar.

Rektor USI, Corry Purba melalui telepon selulernya, Jumat (25/6/2021) menyampaikan, itu bukan mahasiswa-mahasiswi mereka. Ini berdasarkan sepengetahuannya tidak ada demo atau aksi mahasiswa USI saat itu.

“Karena organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USI. Mereka tidak ada meminta ijin untuk demo itu,” ujarnya.

Disinggung terkait hubungan baik dengan pihak PT TPL terkait program ‘belajar merdeka’ melalui Memorandum of Understanding (MoU), Corry menyampaikan, hal itu guna menindaklanjuti program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan melaksanakan 8 kegiatan Kampus Merdeka Merdeka Belajar.

“Jadi semua Perguruan Tinggi harus membuat MoU dan  Memorandum of Agreement (MoA) ke lembaga, perkantoran dan lain-lain,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, salah satu dar kegiatan itu adalah magang yang akan diikuti mahasiswa semester 7 selama 1 semester. Dalam hal ini PT TPL salah satu dari lembaga/ perusahaan untuk tempat magang yang tepat.

“Makanya kita membuat MoU dan MoA untuk mahasiswa USI bisa magang di PT TPL. Pasalnya, program Merdeka Belajar USI diikuti 5 Fakultas yakni, Teknik, Ekonomi, Hukum, FKIP dan Pertanian, yang masing-masing diatur di dalam MoA,” paparnya.

Rektor mengatakan, bersyukur perusahaan swasta seperti PT TPL memberikan dukungan atas program itu. Menurutnya, ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa dalam penerapan dan praktek ilmu yang mereka dapat jenjang pendidikan kemahasiswaan.

“Kami berterima kasih banyak pada pihak PT TPL mau mendukung program ini. Saya juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa peserta magang wajib mentaati peraturan dan disiplin yang berlaku dalam perusahaan. Seluruh kegiatan praktek industri di lapangan menjadi kewajiban bagi mahasiswa untuk membuat laporannya,” ujar Corry. (Aldy)