Ronal Saragih Terkesan Arogan saat Disinggung Dugaan Korupsi di Dinkes Siantar

Kepala Dinas Kesehatan Pemko Siantar, Ronal Saragih.

Siantar, Lintangnews.com | Kepala Dinas Kesehatan Pemko Siantar, Ronal Saragih mengaku tidak ada mendatangi Polres Siantar terkait adanya surat panggilan yang ditujukan pada pihaknya.

Pasalnya, dalam surat Polres Siantar tertanggal 14 Januari 2019 Nomor B/ 35 / I / 201 /Rekrim terkait penghunjukan staf dan permintaan data.

Ronald meyebutkan, telah memberikan data tentang pengolaan dan pemafaatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2018 ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Siantar, sehingga dirinya tidak perlu hadir untuk memenuhi panggilan tersebut.

“Saya tidak ada datang ke Polres. Hanya minta data. Itu saja,” sebutnya singkat via telepon seluler, Rabu (23/1/2019).

Ronal mengaku Unit Tipikor meminta data terkait jumlah dana kapitasi JKN tahun 2018. Namun, ia membantah ada terkait penyelewengan dana.

“”Gak ada suratnya itu sama saya. JKN memang betul tapi bukan untuk pemanggilan itu,” katanya dengan nada sedikit meninggi.

Ketika disinggung tanggapannya tentang dugaan penyelewengan dana itu, Ronal justru tidak menjawab pertanyaan wartawan. Ia terkesan tidak tau soal itu. “Pihak polisi hanya meminta data dan dokumen,” ujarnya.

Diketahui dalam surat yang dilayang pihak Polres Siantar dijelaskan alasannya mengumpulkan bahan keterangan tentang dugaan penyelewengan dana kapitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Siantar tahun 2018.

Sebelumnya, Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu enggan memberikan informasi tentang pemeriksaan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dugaan penyelewengan jabatan dan dugaan korupsi proyek.

AKBP Heribertus beralasan, seorang Kapolres itu tidak gampang. Ia mengatakan, tugas Kapolres itu memiliki fungsi luas.

Kapolres juga menyarankan agar wartawan konfirmasi pada Kasat Reskrim, AKP D Ompusunggu. “Tanya ke Kasat Reskrim saja langsung,” katanya singkat.(irfan)