Sarapan Pagi, Buronan Kasus Korupsi Ditangkap Kejatisu dan Kejari Siantar

Terpidana Henry Panjaitan mengenakan baju kemeja hijau berliris putih.

Siantar, Lintangnews.com | Terpidana kasus korupsi, Henry Panjaitan ditangkap tim gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar.

Ini setelah dirinya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2008 lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Siantar, Bas Paomasi Jaya Laia mengatakan, terpidana Henry Panjaitan ditangkap, Selasa (23/4/2019) sekira pukul 07.30 wib di sebuah warung kopi Jalan Sei Silau, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Terpidana ditangkap saat sarapan pagi di sebuah warung tidak jauh dari kediamannya,” kata Paomasi.

Dia menjelaskan, Henry merupakan rekanan Pemko Siantar telah melakukan tindak pidana korupsi pada pembangunan kios darurat Pasar Horas pada Tahun Anggaran (TA) 2002. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 679.496.741.

Sebelumnya, Henry pernah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar pada tahun 2002.Namun saat itu juga jaksa langsung mengajukan kasasi.

Berselang 3 tahun, putusan kasasi itu keluar dan menjatuhi hukuman pada Henry dengan pidana 4 tahun kurungan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, serta membayar uang ganti rugi sebesar Rp 247 juta.

Saat putusan kasasi itu keluar, jaksa tidak bisa langsung mengeksekusi Henry. Ini dikarenakan salinan putusan kasasi baru diterima Kejari Siantar pada 2008.

“Saat dia (terpidana) mau dieksekusi, sudah melarikan diri,” ujar Paomasi

Untuk diketahui selama 13 tahun ini Henry bekerja sebagai maintainer pada Indomaret dan Alfamart. (irfan)