Sat Narkoba Simalungun Tangkap 7 Orang Tersangka dari 5 Lokasi Berbeda

Simalungun, Lintangnews.com | Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali menorehkan keberhasilan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Meskipun kemelut Virus Corona atau Covid-19 mematikan dalam keadaan sudah di tingkat darurat nasional.

Kasat Narkoba, AKP Eduar Tobing melalui pihak Humas Polres Simalungun, Selasa (24/3/2020) mengatakan, 7 orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu itu ditangkap di 5 lokasi berbeda.

Yakni di Stasiun Kereta Api Nagori Dolok Melangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun (Tempat Kejadian Pertama/TKP I). TKP II, Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Sementara TKP III, Desa Batu-Batu, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai. TKP IV, Jalan Palah Lingkungan III Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebingtinggi. Dan TKP V, Jalan Bandar Sono, Tebingtinggi.

Para tersangka yakni, RBS alias Rabies (33) warga Stasiun Kereta Api Nagori Dolok Melangir I Kecamatan Dolok Batu Nanggar, AHF alias Anjing (27) warga Desa Gunung Para II, Sergai, RHT alias Roda (42) warga Desa Dolok Merawan, Sergai, D TR alias Taufik (22) warga Desa Gunung Para II, DK alias Dukun (30) warga Batu-Batu, Sergai, EST (43) dan ES (32) warga Tebingtinggi.

Dari Rabies diamankan 2 bungkus sabu, 1 buah bong, 3 buah pipet, 1 mancis warna kuning, 1 unit handphone (HP) merk Nokia warna hitam, 1 bungkus rokok Djisamsoe dan 1 buah kaca pirex.

Sedangkan barang bukti dari Anjing, Roda dan Taufik yakni, 1 bungkus rokok Marlboro berisi 2 bungkus sabu, 1 unit HP merk advan warna putih dan 1 buah dompet Levis warna coklat berisi uang penjualan sabu Rp 200.000.

Sementara dari Dukun diamankan, 1 buah dompet kulit berisi 2 bungkus klip sedang di dalamnya 32 bungkus plastik klip kecil berisi sabu, 3 buah plastik klip kecil sabu dan 15 bungkus plastik klip kecil kosong.

Kemudian 4 lembar slip transfer BRI uang penjualan sabu, 1 lembar slip transfer BNI uang penjualan sabu, 1 unit HP Nokia hitam, 1 unit HP Samsung warna hitam dan 1 buah dompet warna coklat.

Selanjutnya dari EST diamankan 1 unit HP Asus warna hitam, 1 buah dompet warna abu-abu berisi uang penjualan sabu Rp 2.500.000. Dari EST identitas dirahasiakan karena dokumen negara tidak ada sabu.

Kemudian dari ES (rahasia negara) diamankan 2 butir pil ekstasi, 1 unit HP merk Oppo warna putih merah, 1 unit HP Samsung lipat warna hitam, 1 buat dompet Levis warna coklat, 1 buku penjualan sabu merk Blok Notes.

Selanjutnya, 10 lembar slip transfer BRI penjualan sabu, 1 lembar slip transfer BNI uang penjualan sabu, uang palsu sebanyak Rp 150.000.

Kata AKP Eduar, para tersangka ditangkap pada Kamis (19/3/2020) dimulai sekira pukul 01.00 WIB.

Ini setelah Unit Opsnal mendapatkan informasi di Stasiun Kereta Api Nagori Dolok Melangir I sering dijadikan tempat transaksi jual beli sabu.

“Kemudian kita mengembangkan pada hari itu juga hingga membuahkan hasil. Sat Narkoba Simalungun berhasil meringkus 7 orang tersangka dan barang bukti sabu yang diamankan total 10.77 gram,” tukasnya .

Sementara asal usul 2 butir pil ekstasi dari ES, mengaku dibeli dari BJ (Bang Jay) warga Kota Tebingtinggi. Namun pengembangan yang dilakukan tidak membuahkan hasil. (Rel/Zai)