Sat Reskrim Asahan ‘Dor’ Dua Pelaku Pencurian dan Jambret

Pelaku pembongkaran rumah dan jambret saat dihadirkan dalam press rilis di Polres Asahan.

Asahan, Lintangnews.com | Dua orang pelaku kejahatan yang cukup meresahkan masyarakat yakni, AS alias S spesialis pembongkaran rumah dan IB alias K pelaku penjambretan dihadiahi timah panas di kaki karena coba melawan saat dibekuk personil Satuan Reskrim Polres Asahan.

“Kedua pelaku dibekuk dari lokasi dan waktu yang berbeda. AS dibekuk di Jalan Langsat Sentang. Sementara IB dibekuk di Kos-Kosan Indah Jaya. Terpaksa kita beri tindakan tegas karena melawan dan coba kabur,” ujar Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, Minggu (25/11/2018).

Lanjut Kapolres, pelaku AS diringkus berdasarkan 2 laporan polisi yaitu tertanggal 22 Oktober dan 30 Oktober membongkar rumah dengan mengambil barang-barang berharga seperti televisi berbagai merk dan ukuran, mesin dump air dan tabung gas 12 kg.

“Kita melakukan penyelidikan dengan menyesuaikan rekaman CCTV milik Interyasa. Diketahui kalau pelakunya adalah AS itu dan selanjutnya Unit Jatanras dipimpin Kanit Ipda Khomaini memburu pelaku di rumahnya di Jalan Panglima Polem, Kisaran,” ujar AKBP Faisal yang baru seminggu menjabat sebagai Kapolres Asahan.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Ricky menuturkan, melihat kedatangan petugas, ternyata pelaku mengetahuinya. Sehingga petugas hanya menemukan sejumlah barang bukti yang disimpan pelaku di rumahnya.

Kedua pelaku saat digiring personil Provost Polres Asahan.

“Namun tidak menunggu waktu lama, kita mendapat informasi kalau pelaku AS berada di Jalan Langsat Sentang. Ternyata pelaku melawan, sehingga diambil tindakan tegas dan terukur,” sebut AKP Ricky sembari mengatakan, kedua teman pelaku berinisial M dan D masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sedangkan pelaku berinisial IB diketahui melakukan penjambretan bersama temannya inisial RH di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) atau di sekitaran Kedai Ledang Kelurahan Sentang.

“Dari pelaku kita amankan barang bukti 1 unit handphone (HP) milik korban. Sementara ttas bersama kertas-kertas lain sudah dibuang ke sungai, tak jauh dari kos-kosan. Kita masih memburu RH dan mohon doanya agar segera ditemukan,” ujar tambah AKBP Faisal.

Terpisah, Kanit Jatanras, Ipda Khomaini mengatakan, kedua pelaku AS dan IB merupakan residivis, sehingga tindakannya meresakan masyarakat. (handoko)