Sat Reskrim Tobasa Ringkus 2 Sekawan Cabuli Gadis 16 Tahun

Ilustrasi.

Tobasa, Lintangnews.com I Polres Toba Samosir (Tobasa) melalui Satuan Reskrim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan dan penahanan terhadap dua sekawan inisial DS (17) dan CS (17).

Keduanya telah melakukan persetubuhan terhadap seorang gadis belia sebut saja Bunga (16) di rumah salah seorang pelaku pada 9 Januari 2020.

Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar menuturkan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua sekawan yang melakukan pelecehan seksual (persetubuhan) terhadap korban dengan LP/10/I/2020/SU/TBS tanggal 9/1/2020.

Hasil interogasi pihak Kepolisian kepada korban, awalnya Bunga bermain ke rumah CS. Bunga berada di kamar bersama ponakan CS. Kemudian CS datang ke kamar tersebut dan menyuruh ponakannya agar keluar. Selanjutnya pelaku menutup pintu kamar sambil mematikan lampu.

“Atas tindakan pelaku, Bunga sempat terkejut dengan mengatakan ‘siapa kau’? Bunga tidak kenal sebab kondisi gelap akibat mati lampu. Secepat kilat pelaku mendorong Bunga, sehingga jatuh terlentang di tempat tidur,” papar AKP Nelson, Rabu (15/1/2020).

Perseteruan di atas ranjang sempat terjadi, namun korban kalah tenaga dengan pelaku. Pendek cerita, pelaku berhasil menodai korban.

Tidak sampai disitu saja, CS bahkan menyerahkan Bunga untuk dinodai temannya berinisial DM. Akhirnya Bunga dinodai 2 orang sekaligus.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal berbeda. Seperti CS dikenakan pelanggaran Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan pelaku DM, dijerat dengan perbuatan cabul pasal 81 (1) dan (2) Jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76 E UU Nomor 17 Tahun 2016.

“Diiketahui pelaku CS pernah terkena kasus dan sempat ditahan di Polres Tobasa atas tindakan pidana melakukan pencurian, bisa terhitung anak itu berkelakuan nakal,” papar AKP Nelson (Asri)