Sebelum Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, Rospita Sitorus Ikut Ziarah ke Makam Leluhur Mensos

Menteri Sosial, Juliari Batubara dan Calon Wakil Bupati Simalungun, Rospita Sitorus yang menurut Maraden Sinaga adalah foto bersama saat paslon nomor urut 4 itu menerima rekomendasi pencalonan di DPP PDI-Perjuangan.

Simalungun, Lintangnews.com | Calon Wakil Bupati Simalungun, Rospita Sitorus ada pada saat ziarah ke makam leluhur Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara di Nagori Mariah Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11/2020) lalu.

Itu jauh hari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Juliari Batubara sebagai tersangka pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Hal itu dibenarkan Anggota DPRD Simalungun dari PDI-Perjuangan, Maraden Sinaga.

“Bu Rospita Sitorus ada pada ziarah ke makam. Itu yang saya tau,” tulisnya via pesan singkat, Senin (7/12/2020).

Menurut Maraden, pasca Juliari Batubara ke Simalungun, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun nomor urut 4, Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus tidak ada melakukan pertemuan dengan bersangkutan.

“Pertemuan dengan paslon tak ada. Apalagi di berita itu ditulis di Hotel Horison,” imbuh Maraden Sinaga, seraya menuturkan, saat Juliari Batubara berada di dalam Gedung Balai Karya Murni Perdagangan, Kecamatan Bandar, Rospita Sitorus diketahui tidak berada di lokasi.

“Pertemuan di dalam gedung Rospita Sitorus tidak ada. Kader-kader PDI-Perjuangan menunggu di luar. Karena di dalam gedung, Rospita Sitorus tidak ada kapasitas untuk ikut. Itu saja dulu ya, mau rapat,” tukas Maraden.

Sayangnya terkait yang disampaikan Maraden, justru Rospita Sitorus tidak mau dikonfirmasi. Meskipun konfirmasi pesan singkat melalui telepon seluler yang dilayangkan lintangnews.com, Senin (7/12/2020) terpantau terceklis dua.

Diketahui Juliari Batubara datang ke Balai Karya Murni Perdagangan dengan disambut Bupati, JR Saragih, Kamis (12/11/2020) sekira pukul 12.00 WIB. Kedatangan Mensos yang juga disambut Bupati Batu Bara, H Zahir dalam rangka kunjungan kerja dan meninjau penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) 2020.

Saat itu, Juliari Batubara memakai kemeja putih dan kaca mata menyampaikan, anggota DPRD harus melakukan pengawasan jika ada yang kurang cocok dan silahkan disampaikan masukannya.

“Karena tugas kalian dan saya juga dulu mantan anggota dewan. Tugas kita adalah memastikan pemerintah itu bekerjanya betul. Program bantuannya pun betul. Yang terima juga tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut Mensos, masing-masing daerah pemilihan (dapil) mempunyai konstituen dan warga. “Kita lihat, siapa yang menerima. Siapa yang tidak menerima. Kalau ada yang merasa lebih layak mendapat dan sudah tidak layak mendapat, ya usulkan. Boleh gak diganti,” katanya.

Mensos saat itu menyarankan usulkan saja ke Kabupaten lewat Dinas Sosial (Dinsos) dan pasti akan ditindak-lanjuti.

“Jadi, fungsi pengawasan dan teman-teman dewan juga bisa berjalan. Ini semua bekerja berkolaborasi. Pemerintah, eksekutif, legislatif, teman-teman Polri, TNI, semua kita bekerja untuk Indonesia Maju,” paparnya.

Pantauan saat di Balai Karya Murni, usai menyapa masyarakat dan menyampaikan kata sambutan terkait penyaluran BST, Mensos beranjak pergi.

Selanjutnya Juliari Batubara ziarah ke makam keluarganya di Nagori Mariah Bandar, Kecamatan Bandar, bersama rombongan dan didampingi Bupati, JR Saragih.

Kemudian bersama rombongan dan JR Saragih, Mensos menghadiri kegiatan yang digelar dan dihadiri peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Hotel Horison Jalan Rakutta Sembiring, Simpang Rami, Kota Siantar. (Zai)