Sejumlah Pejabat PLN Area Siantar Terindikasi Korupsi Proyek Tusbung

Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing.

Siantar, Lintangnews.com | Sejumlah pejabat PT PLN Area Kota Siantar diduga terlibat tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan jabatan dan penggelapan yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah dalam proyek pemutusan dan penyambungan (tusbung) PT PLN tahun 2017.

Hal itu dikatakan Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing sebagai kuasa hukum PT Nugraha Pratama melalui siaran pers, di kantor Sumut Watch Jalan MH Sitorus, Kamis (14/3/2019).

Daulat menyampaikan, dugaan penggelapan anggaran proyek tusbung itu terjadi tahun 2017. Bahkan sampai saat ini, PT PLN Siantar belum membayar hasil kerja PT Nuhgra Pratama sebagai rekanan (kontraktor) di PT PLN.

Hasil kerja PT Nugraha Pratama yang belum dibayarkan PT PLN Siantar berupa pekerjaan proyek tusbung tahun 2017dan 2018 sebesar Rp 432.837.461.

“PT Nuhgra Pratama telah mengajukan permohonan pembayaran, dengan total sebesar Rp 684.152.646. Namun realisasi pembayaran hanya sebesar Rp 203.833.905. Sehingga ada kekurangan sebesar Rp 432.837.461,” sebut Daulat.

Jumlah pembayaran itu diajukan, pasca PT Nuhgra mengerjakan proyek tusbung sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) nomor 399.SPK/HKM.00.01/PMS/2017 tanggal 7 Agustus 2017 dan SPK nomor 430.SPK/HKM.00.01/PMS/2017 tanggal 30 Agustus 2017 Rayon Siantar Kota.

Kemudian, SPK nomor 431.SPK/HKM.00.01/PMS/2017 tanggal 28 Agustus 2017 Rayon Tanah Jawa dan SPK nomor 432.SPK/HKM.00.01/PMS/2017 tanggal 29 Agustus 2017 Rayon Perdagangan.

Menurut Daulat, terhadap hal itu, Dirut PT Nuhgra Pratama, Ngatijan Toha telah berulang kali meminta dan mendesak Asisten Manager PT PLN Area Siantar, Muhammad Bobby yang saat ini sebagai Asisten Manager PT PLN Area Binjai.

Hal yang sama juga pernah dilakukan Ngatijan Toha terhadap Manager PT PLN Area Siantar, Joy Mart Soaduon Sihaloho. Hanya saja, hingga saat ini, hasil kerja PT Nuhgra Pratama belum dibayarkan.

“Telah berkali-kali meminta dan mendesak Muhammad Bobby yang saat itu Asisten Manager PT PLN Area Siantar dan Manager PT PLN Area Siantar, Joy Mart Suaduon agar kekurangan segera dibayarkan. Namun hingga saat ini tidak terealisasi,” ungkap Daulat.

Bahkan, lanjut Daulat, somasi ke PT PLN Area Siantar juga sudah dilayangkan Sumut Watch pada 7 Februari 2019 lalu. Hanya saja, somasi itu juga tidak ditanggapi.

Menurut Daulat, dalam waktu dekat ini, dirinya sebagai kuasa hukum PT Nuhgra Pratama akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. Sebab, persoalan itu diduga ada unsur korupsi dan dugaan penggelapan.

Daulat menduga, ada unsur korupsi, karena hak kliennya belum dibayar penuh. Padahal selayaknya, anggaran proyek sudah terlebih dahulu ada dianggarkan di PT PLN.

Saat dikonfirmasi, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Area Siantar, Marijan Rajagukguk mengatakan, dirinya masih baru bertugas, sehingga belum memahami persoalan itu.

Saat diminta untuk dapat bertemu dengan Manager PT PLN Area Siantar, Joy Mart Soaduon Sihaloho, Marijan Rajagukguk terkesan tertutup. Justru Marijan mengatakan Joy Mart sedang berada di luar Kota Siantar.

Sementara itu, Humas PT PLN Area Siantar, Winda mengatakan, pimpinan mereka sedang rapat.

Pihaknya belum bisa memberikan kepastian, kapan Manager PT PLN Area Siantar dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. (irfan)