Sekda Simalungun ‘Tantang’ APH Ungkap Kebenaran Realisasi Insentif Petugas Medis Covid-19

Sekda Simalungun, Mixnon Anderson Simamora.

Simalungun, Lintangnews.com | Mixnon Andreas Simamora selaku Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkab Simalungun ‘tantang’ Aparat Penegak Hukum (APH) ungkap besaran insentif para petugas medis Covid-19 (Virus Corona) yang direalisasikan tak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yakni sebesar Rp 5 juta per orang.

“Ku kasih Rp 10 juta kalau itu betul Rp 3,5 juta ditransfer harusnya Rp 5 juta. Kalau tidak, kasih Rp 100 ribu supaya taruhan kita,” kata Mixnon, Rabu (3/6/2020) terkesan menantang APH mengungkapnya.

Mixnon tak percaya zaman begini tidak ada yang berani berbuat seperti itu. “Kecuali, kalau kau bilang ditransfer Rp 3,5 juta tetapi setor lagi, itu bisa masuk akal,” jelasnya.

Awalnya Mixnon mengatakan, jika tidak bisa dipertanggung jawabkan maka itu salah. “Kalau masih ada yang berani harusnya Rp 5 juta, ditransfer Rp 3,5 juta, pertanyakan sisanya kemana. Ketangkap nanti itu,” katanya.

Disingung mengenai besaran insentif masing-masing medis yang tertera pada SK sebesar Rp 5 juta, Mixnon memastikan tidak seperti itu (SK).

“SK terakhir cari. Kemarin sempat lama, kan ada beberapa kali. Pertama dari Kementrian dan tinggal nyusun. Datang Kementrian, rupanya menunggu Gubernur. Datang lagi koordinasi dari Provinsi dan Kabupaten,” paparnya.

Terakhir, Mixnon menyarankan harusnya itu dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Kepala Puskesmas (Kapus). “Karena ini teknis. Sebenarnya sama Kadis nya kalian tanya. Tetapi penerima insentif itu yang bekerja,” tandasnya.

Salah seorang petugas medis yang bertugas di salah satu Puskesmas menyampaikan, belum ada perkembangan terkait besaran insentif yang direalisasikan sebesar Rp 3,5 juta untuk dokter, perawat dan bidan Rp 2,5 juta serta non medis Rp 2 juta. “Masih adem-adem,” katanya.

Sebelumnya, salah seorang petugas medis juga menyampaikan, realisasi insentif via rekening masing-masing petugas Covid-19 juga disebut melenceng dari perkataan Bupati, JR Saragih.

“Seharusnya disampaikan omongan Bupati soal insentif petugas Covid yang Rp 5 juta dan disampaikan sewaktu pengarahan masuk karantina, termasuk pada pihak Rumah Sakit (RS),” paparnya.

Diketahui JR Saragih menyampaikan pengarahan sekaligus soal insentif petugas medis Covid-19 sebesar Rp 5 juta per orang saat peresmian RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu XX, Senin (11/5/2020).

“Saat peresmian ada juga dibilang Bupati soal insentif itu,” jelasnya sembari menyampaikan sedang berupaya mencari rekaman statemen JR Saragih terkait insentif petugas medis Covid-19. (Rel/Zai)