Selain Tempat Menikmati Kopi, Ada Sarana Lain Disediakan di Literasi Cafen’ta

14
Buku yang tersedia di Cafen’ta.

Tobasa, Lintangnews.com | Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Balige berusaha mendongkrak produk kopi di pinggiran hutan.

Dengan mendirikan Cafen’ta di Desa Aek Natolu, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan melakukan kerjasama dengan Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara dalam mewujudkan budaya literasi.

Seperti diketahui, literasi merupakan kemampuan, mengakses, memahami, dan  menggunakan sesuatu  secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis atau pun berkomunikasi.

“Untuk itu, KPH Wilayah IV Balige menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Provinsi membentuk semacam literasi di Cafen’ta untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi. Baik itu kalangan pelajar, masyarakat umum dan petani,” terang Kepala UPT KPH wilayah IV Balige, Leo Sitorus, Kamis (10/10/2019), via telepon seluler.

Dilanjutkan Leo, buku yang tersedia di Cafen’ta merupakan sarana pembelajaran, di bidang teknologi, pertanian dan kehutanan. Nantinya penikmat kopi yang datang ke Cafen’ta pengetahuaannya semakin bertambah.

Sehingga dampak dari perpustakaan di Cafen’ta, merupakan gudangnya ilmu dan informasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpustakaan itu dapat membangun kecerdasan, terminal informasi dan mampu membuka cakrawala pengetahuan dunia.

Kendati saat ini ketersedian buku masih relatif sedikit. Namun dalam waktu dekat pihak Perpustakaan Provinsi akan memperbanyak dan melengkapi ketersediaan buku-buku di Cafen’ta.

“Selain memang tujuan awal kita, ingin mengangkat produk kopi yang dihasilkan oleh petani kopi dan petani kopi pinggiran hutan yang dibina dalam bentuk kelompok, khususnya di Tobasa,” pungkas Leo mengakhiri. (asri)