Siantar di Level 2, 8 Item Ini Perlu Diperhatikan Seluruh Pihak

Rapat koordinasi dan evaluasi PPKM mikro level 3 serta menindaklanjuti PPKM mikro level 2.

Siantar, Lintangnews.com | Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus pimpin rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi PPKM mikro level 3 dan menindaklanjuti PPKM mikro level 2.

Bertempat di kantor Sekretariat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Siantar (Ruang Data Setdako Siantar) Jalan Merdeka, Rabu (6/10/2021).

Togar Sitorus menyampaikan, ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya pada berbagai pihak terkait yang telah bekerja sama dan tidak mengenal lelah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam penanganan Covid-19, sehingga saat ini Siantar dalam status level 2.

“Meskipun demikian, harapan kita bersama tetap konsisten. Jangan kendor, sehingga upaya yang telah kita lakukan selama ini dapat memulihkan kembali tatanan kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” sebut Togar.

Lanjutnya, berbagai upaya telah kita lakukan bersama, untuk memutus dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Siantar dan melakukan upaya pengobatan semaksimal mungkin, baik di Rumah Sakit (RS) atau isolasi terpusat (isoter).

“Penanganan pandemi Covid-19 ini tidak lah mudah, karena wabah Itu juga mengakibatkan kematian, ketakutan serta terganggunya kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang juga membutuhkan upaya-upaya pemulihan sesegera mungkin,” sebutnya.

Togar juga mengingatkan kembali kepada seluruh pihak terkait sejumlah hal, yakni Pertama, seluruh instansi dan masyarakat diminta untuk tetap mempedomani peraturan Pemerintah Daerah tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.

Kedua, agar tetap meningkatkan sosialisasi dan edukasi secara massive kepada seluruh masyarakat terkait aturan yang dikeluarkan pemerintah

Ketiga, melaksanakan pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) melalui pendekatan persuasif humanis oleh Tim Gakum yang terdiri dari Satpol PP dan unsur TNI/Polri.

Keempat, kepada seluruh Camat dan Lurah agar memperkuat fungsi Posko Satgas Penanganan Covid-19 bersinergi dengan Bhabinsa /Bhabimkamtibmas, Puskesmas, RT/RW, serta institusi terkait lainnya dalam meningkatkan kegiatan 3 T (Testing, Tracing, Treatment) guna mempercepat deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19.

Kelima, tetap memperkuat fasilitas kesehatan serta SDM, pemantapan laju vaksinasi terhadap sasaran yang telah ditentukan.

Keenam pemantapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada institusi pendidikan dengan tetap memenuhi ketentuan protokol kesehatan pemerintah.

Ketujuh, terkait pengendalian dan mobilitas kerumunan, dilaksanakan dengan meningkatkan patroli terhadap tempat pusat keramaian sesuai dengan protokol kesehatan,

Terakhir, kedelapan berkenaan dengan penyelenggaraan kegiatan keagamaan, sosial budaya, kegiatan ekonomi/usaha diminta lebih ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19, Daniel H Siregar juga menyampaikan, menyikapi situasi penularan Covid-19 baik di tingkat daerah sudah global, nasional dan provinsi sudah mengalami penurunan.

Berdasarkan asesmen Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan kajian manual epidemiologi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Siantar, saat ini kondisi status Covid-19 d Siantar berada pada level 2, yaitu transmisi kasus konfirmasi covid-19 selama PPKM level 3 mengalami penurunan (Tingkat 1: <20), tingkat kematian mengalami penurunan (Tingkat 1:<1), testing jika dibandingkan data pelaporan secara manual % positivity rate tingkat memadai (<5%), tracing jika merujuk ke silacak dan pelaporan manual berada pada tingkat sedang (Tingkat Sedang:5 14).

“Ada pun data perkembangan Covid-19 keadaan 2 minggu terakhir pada masa PPKM level 3 dari tanggal 20 September sampai 4 Oktober 2021, yaitu tanggal 20 September 2021 tanggal hingga 4 Oktober 2021 dari terkonfirmasi : 4.706 orang menjadi 4.786 orang, kasus aktif dari 122 orang menjadi 100 orang, sembuh 4.363 orang menjadi 4.462 orang, meninggal 221 orang menjadi 224 orang, maka kasus Covid-19 dan tingkat CFR telah mengalami penurunan (CFR :4,68 6), CFR: Case Fatality Rate (jumlah orang yang meninggal dari total orang yang sakit),” jelas Daniel. (Rel)