Siantar Masuk Nominasi Kota Tersehat, Kemenkes: Pemko Pantas Berbesar Hati

6
Togar Sitorus Wakil Walikota Siantar dan Nyonya Syahputri Hefriansyah Boru Hutabarat serta sejumlah Kepala OPD bersama tim verifikasi kota sehat. (elisbet/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Dari 202 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia, Kota Pematangsiantar masuk nominasi Kota Tersehat 2019.

Tim Verifikasi Pusat Kota Sehat tahun 2019 diterima Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus SE MM didampingi Ketua TP PKK Nyonya Syahputri Hefriansyah Boru Hutabarat, di Ruang Serbaguna kantor Badan Perencanaan, Peneliatian, dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Selasa (6/8/2019) pagi.

Rombongan Tim Verifikasi Pusat Kota Sehat dipimpin langsung oleh Aloysia Widyastuti dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Theresia Lukita Siboro dari Kementerian dalam Neegeri (Kemendagri). Juga ada Tim Pendamping dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yaitu Hilde Tobing dan Rosdiana Nainggolan dari Dinas Kesehatan, serta Siti Rahma dari Bappeda.

Kedatangan tim disambut dengan pemberian cenderamata dan penyematan ulos oleh Togar Sitorus, Nyonya Syahputri Hefriansyah Boru Hutabarat, didampingi Tim Pembina Kota Sehat Pematangsiantar Drs Midian Sianturi, Kadis Kesehatan dr Ronald Saragih M Kes, dan Ketua Forum Kota Sehat Agus Marpaung.

Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Togar, memaparkan secara singkat kondisi Kota Pematangsiantar. Disebutkannya, Kota Pematangsiantar merupakan salah satu kota yang lolos verifikasi dokumen dan akan dilakukan verifikasi lapangan.

Untuk tahap pertama, Kota Pematangsiantar fokus pada dua tatanan, yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, serta Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri. Penyelenggaraan Kota Sehat pada tahapan ini, lanjutnya, untuk mendapatkan penghargaan Kota Sehat dengan taraf pemantapan, yaitu “Swasti Saba Padapa”.

“Kota Sehat adalah suatu kondisi kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, penyelenggaraan Kota Sehat dilaksanakan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan, yaitu melalui pembentukan atau pemanfaatan forum kota, dan memfungsikan lembaga masyarakat yang ada dengan dukungan pemerintah daerah. Serta mendapatkan fasilitas dari sektor terkait melalui program yang telah direncanakan daerah.

“Pengembangan Kota Sehat adalah bagian dari dinamika dan semangat warga, pemerintah daerah, serta lembaga legislatif di daerah tersebut,” katanya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, pencapaian Kota Sehat merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan, baik sosial, maupun budaya. Juga mengembangkan potensi-potensi ekonomi masyarakat dengan cara memberdayakan mereka agar dapat saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan dalam membangun potensi maksimal suatu kota.

Sementara itu, Aloysia Widyastuti dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya datang ke Kota Pematangsiantar untuk melakukan Verifikasi Kota Sehat. Namun bukan untuk mencari juara.

“Pemerintah Kota Pematangsiantar pantas berbesar hati. Karena dari 202 kota/kabupaten di Indonesia, Kota Pematangsiantar masuk nominasi Kota Tersehat,” jelasnya.

Usai pemaparan, tim langsung melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat secara langsung program-program yang sudah dikerjakan. (Elisbet)