Siantar Turun ke Level 3, Medan, Sibolga dan Madina Lanjut di Level 4

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Siantar, Lintangnews.com | Penurunan status Kota Siantar dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ke level 3.

Ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Bidang Perekonomian), Airlangga Hartarto, Senin (6/9/2021) dalam konferensi pers evaluasi dan penerapan PPKM level 4 mulai tanggal 7-20 September 2021 yang didengarkan langsung Wali Kota, Hefriansyah di rumah dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus.

Dalam konferensi persnya, Airlangga merinci 23 Kabupaten/Kota berada pada level 4 yaitu Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Besar, Kota Jambi, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, Kota Palangkaraya, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu.

“Kalimantan Utara di Kota Tarakan, Bangka Belitung di Bangka, Sulawesi Selatan di Makassar kemudian juga Sulawesi Tengah di Kota Palu dan Poso, Sumatera Barat di Kota Padang. Lalu Kota Medan, Kota Sibolga dan Mandailing Natal. Kemudian juga NTT di Kupang, Bolaang dan Manokwari,” ujar Menko Perekonomian.

Mendengar pidato itu, Hefriansyah menyambut gembira dimana Siantar sudah lepas dari PPKM level 4. Ini termasuk doa masyarakat yang menginginkan Siantar lepas dari PPKM level 4.

Menurut Hefriansyah, hal ini merupakan aplikasi dari kerja sama pemerintah dengan masyarakat yang telah mendukung program pemerintah dalam hal vaksinasi, juga mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M.

Lanjutnya, ini juga tak lepas dari seluruh elemen yang telah bekerja keras dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Siantar dengan tulus ikhlas menjaga kota itu untuk lepas dari wabah Virus Corona.

“Kedepan pada pidato berikutnya kita harapkan Siantar sudah ada pada zona hijau. Sehingga kita dapat melaksanakan tugas-tugas, menerapkan sekolah tatap muka dan perekonomian daerah berjalan seperti biasa untuk menuju Siantar Mantap, Maju dan Jaya. Karena itu kita harapkan janganlah kendor dalam melaksanakan prokes 5M dan dukung terus vaksinasi,” tandasnya. (Elisbet)