Tak Pakai Balok Lintel, Dikhawatirkan Kekokohan Rehab Ruang Kelas SMPN 2 Raya

Bangunan gedung ruang kelas SMPN 2 Raya di bagian jendela dan pintu tidak dipasangi balok lintel.

Simalungun, Lintangnews.com | Keberadaan balok lintel, yakni balok yang terletak di atas kusen pintu dan jendela pada sebuah konstruksi bangunan diketahui penting demi menjaga bangunan gedung agar tetap kokoh.

“Pada gambar tidak ada balok itu,” ujar marga Aritonang selaku pelaksana lapangan proyek rehabilitasi ruang kelas SMP Negeri 2 Pematang Raya, Senin (6/9/2021).

Menurutnya, rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, oleh panitia tender tidak mengalokasikan biaya pengadaan beskem atau pondok kerja.

“Tidak ada anggaran itu dalam kontrak kerja, termasuk untuk material air dan lampu yang kami pergunakan. CV Jadi Maju selaku penyedia jasa sudah koordinasi dengan Kepala Sekolah (Kepsek),” sebutnya.

Sehingga untuk pondok kerja dan tempat menyimpan alat alat kerja, termasuk material air dan lampu yang digunakan merupakan fasilitas milik sekolah. Sementara terkait atap lama, disimpan mereka di ruang kelas.

Sebelumnya disampaikan, rehabilitasi ruang kelas SMP Negeri 2 Raya, dengan nomor kontrak 03.7/PPK-Fisik-Tender-DAK/Disdik-2021 itu, pihaknya hanya untuk pekerjaan atap dan lantai keramik.

Tanggal kontrak yakni tanggal 2 Agustus 2021, sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK 2021) dengan nilai setara Rp 633 juta lebih, termasuk PPN.

Terkait tidak adanya pekerjaan balok lintel di atas kosen jendela dan pintu, Lusman Siagian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek mengatakan, akan mempelajari lebih dulu isi kontrak kerjanya.

“Sabar ya, saya pelajari dulu. Saya sedang di lapangan. CV Jadi Maju itu memenangkan tender kegian rehabilitasi ruang belajar SMP Negeri 2 Raya dengan memfight penawaran,” ujarnya. (Zai)