Simpan Sabu, Kemen Dituntut 10 Tahun Penjara

Terdakwa Kemen berkonsultasi dengan kuasa hukumnya.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Usai mendengar seluruh saksi di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gilbert menuntut terdakwa M Sofyan Hadi (37) alias Kemen selama 10 tahun penjara, Kamis (31/1/2019).

Terdakwa yang disidangkan di ruang Candra itu tetap tegar meski dituntut tinggi, dengan didampingi kuasa hukum M Napitupulu.

Dikatakan jaksa dalam tuntutannya, terdakwa warga Bajenis ini ditangkap Polsek Padang Hulu pada Minggu (5/8/2018) sekira pukul 16.30 WIB, setelah mendapat informasi dari masyarakat, jika rumah kontrakan Jalan AMD Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, ada orang yang sedang memiliki narkoba.

Mendapatkan informasi itu, petugas langsung mendatangi mengecek kebenarannya. Sesampainya di depan rumah kontrakan terdakwa, para saksi melihat rumah dalam keadaan terkunci.

Petugas langsung mengetuk pintu rumah dan dibuka terdakwa yang ciri-cirinya sama persis dengan yang diinformasikan. Saat itu, petugas melihat sepertinya terdakwa menyembunyikan sesuatu di kantong celana yang dipakainya.

Ini membuat langsung mengeledah isi kantong celana terdakwa dan ditemukan 3 bungkus plastik transparan berisi serbuk kristal diduga sabu.

Ketika dipertanyakan darimana mendapatkan sabu itu, terdakwa mengaku membelinya dari sesorang bernama Lukman (belum tertangkap) di Medan.

Selain itu ada seperangkat alat hisap sabu (bong) di dekat loadspeaker di dalam kamar. Para saksi membawa terdakwa masuk ke dalam kamar. Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 buah kaca pirex berisikan serbuk kristal diduga  sabu, seperangkat alat hisap (bong), 3 buah mancis dan 1 buah pipet plastik yang ujungnya runcing dan dari pentilasi udara teras depan ditemukan 1 unit timbangan elektrik yang rusak.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Padang Hulu untuk diperiksa.

Terdakwa mengakui, narkoba didapatnya dari Lukman sebanyak 3 amp di Jalan Asrama Haji.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sangkot Tobing kembali bersidang pekan depan untuk mendengarkan pledoi kuasa hukum terdakwa. (purba)