Soal Enclave Sitahoan, Kepala KPH Wilayah II Siantar Diduga ‘Bermain’ dengan Seorang Pengusaha

157
Lahan envlave Sitahoan dan Kepala UPT KPH Wilayah II Siantar, Djonner Efendi Sipahutar.

Simalungun, Lintangnews.com | Terkait lahan enclave Sitahoan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, Djonner Efendi Sipahutar diduga ada main dengan seorang pengusaha.

Pasalnya, atas lahan itu, terayar seorang pengusaha berinisial LS mengklaim memiliki lahan seluas 500 hektar. Kurang lebih 153 hektar dibeli dari Jabanten Damanik, selebihnya dari hasil jual beli dihadapan akta notaris.

Menurut Kasie Pemeliharaan Hutan UPT KPH Wilayah II Siantar, Kendra Purba, jika luas lahan enclave Sitahoan hanya 480 hektar dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

“Tapi seperti saya bilang tadi, bahwa dulunya di register kawasan hutan enclave Sitahoan luasnya 480 hektar. Di kembalikan negara lah lagi keluasan nya itu,” tulis Kendra via pesan WhatsApp (WA) sebelumnya.

Ketika ditanya, siapa sebagai pemilik lahan sepanjang ratusan hektar berstatus enclave, Kendra menuturkan, bahwasanya pada zaman Belanda dulunya lahan itu sudah diperuntukan di luar kawasan hutan.

“Tapi, sempat lah dihunjuk di kawasan hutan. Jadi, pemiliknya Kementrian Kehutanan (Kemenhut). Dan dikeluarkan lagi dari kawasan hutan. Pada zaman Belanda sudah diperuntukkan di luar kawasan hutan,” ungkapnya.

Diduga permainan pihak UPT KPH Wilayah II Siantar ini mulai menyeruak ke publi. Pasalnya, Kepala UPT KPH Wilayah II Siantar dan Kasie Pemeliharaan kompak bungkam dikonfirmasi.

Ini diduga setelah foto gambar peta enclave Sitahoan dan  terkait pemetaan tapal batas yang dinilai janggal dikirim lintangnews.com ke WA keduanya, Rabu (13/11/2019) sekira pukul 19.18 WIB. (Zai)