Soal PKR, TPL Ajak Masyarakat Tapanuli Raya Bekerja Sama

Pertemuan antara pihak PT TPL dengan warga Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung.

Humbahas, Lintangnews.com | Hadirnya perusahaan PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk mengajak masyarakat bekerja sama dalam bidang peningkatan perekonomian.

Ajakan yang selalu dilontarkan TPL kepada masyarakat dengan melakukan Penanaman Kayu Rakyat (PKR). Kerja sama antara masyarakat dengan TPL itu didasari dengan badan hukum.

Dalam kegiatan pertemuan antara TPL dan masyarakat Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas berlangsung di kantor Kepala Desa (Kades) setempat, Jumat (24/1/2020).

“Dalam pertemuan itu, kami menyampaikan tentang kemitraan antara TPL dan masyarakat. Kita menjelaskan persyaratan-persyaratan dan bagaimana kerja sama TPL dengan masyaraka. Kita menerangkan siklus-siklus dari produksi TPL, mulai dari penanaman hingga panen,” sebut Maneger PKR, Tigor Manalu.

Soal PKR, Tigor menuturkan, TPL juga selalu terbuka pada masyarakat, jika ingin melakukan penanaman kayu eucaliptus di lahannya sendiri.

“Jka memang diserahkan ke TPL silahkan, namun semua itu harus berbadan hukum. Karena kami tidak mau bekerja sama jika tak ada badan hukumnya,” terang Tigor.

Disinggung kegiatan itu hanya di Pollung, Tigor mengaku, akan dilaksanakan di wilayah Tapanuli Raya.

“Namun kita mempunyai batas jarak tempuh, hitungannya 160 kilometer dari kantor pusat di Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Kita juga mempunyai 4 Sektor yakni, Sektor Tele, Aek Raja, Habinsaran dan Aek Nauli.

Tigor menuturkan, kehadiran pihaknya bukan hanya untuk melakukan kerja sama saja. Namun juga akan menawarkan penanaman-penanaman semusim.

Kades Ria-Ria, Jonperdianus Lumban Gaol mengaku, senang jika memang kerja sama itu terlaksana. Karena dari hasil kerja sama itu lah, perekonomian masyarakat akan terbantu.

“Lahan lahan tidur jadi berguna. Pembukaan lahan baru pun akan terlaksana. Selain itu, TPL juga akan meluncurkan bantuan ke Desa ini, misalnya pembukaan jalan, perbaikan dan lainya, bagaimana lah agar masyarakat terbatu,” terang Jonperdianus.

Sementara Tokoh Masyarakat, Opung Siregar (85) mengaku, akan memberikan lahan kosongnya untuk difungsikan TPL.

Mewakili masyarakat, dirinya mengaku senang, karena lahan lahan tidur nantinya pasti berfungsi untuk dijadikan PKR.

“Nantinya perekonomian masyarakat akan meningkat. Bantuan-batuan juga pasti ada. Saya juga nantinya akan menyerahkan sebagian lahan tidur untuk dikelola TPL,” sebut Siregar.

Salah seorang petani, Krisanto Sitorus yang berhasil karena bekerja sama dengan TPL, mengaku bangga bisa mengenal perusahaan penghasil bahan kertas itu. Karena kerja sama yang dijalin selama ini bukan hanya dalam PKR saja.

“Perusahaan juga memberikan perhatian serius kepada para mitranya. Misalnya kita butuh perbaikan jalan, perusahaan langsung menangani. Kita butuh drainase langsung ditangani, begitu juga yang lainnya tanpa bisa saya sebut satu per satu,” terang petani dari Kabupaten tetangga ini. (Akim)