Sumut Watch Minta Polres Siantar Tangkap 2 Oknum Pegawai FIF, Ini Alasannya

Ilustrasi dokumen.

Siantar, Lintangnews.com | Advokat dan Konsultan Hukum Sumut Watch, Daulat Sihombing meminta Satuan Reskrim Polres Siantar, segera menangkap 2 orang oknum pegawai FIF Group Cabang Siantar, masing-masing berinisial AP (Kepala Penagih Utang) dan SA (MCE Tanah Jawa).

“Ini karena keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana pembuatan atau penggunaan surat palsu, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP,” sebut Daulat dalam surat elektroniknya, Minggu (24/3/2019).

Daulat Sihombing menerangkan, pihaknya telah menerima kuasa dari Wistri Utari, warga Jalan Medan Km 2,5, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, karena menjadi korban pembuatan atau penggunaan surat palsu dari kedua pegawai FIF Group Siantar itu.

Menurut Daulat, awalnya pada tanggal 18 Oktober 2018, AP mendatangi rumah Wistri Utari, untuk menyampaikan surat somasi pertama FIF Group, Nomor : 01/FIF-SIANTAR/IX/AR/SP/2018, perihal penyelesaian pembayaran keterlambatan angsuran yang ditandatangani bersangkutan.

“Merujuk surat FIF Group, Wistri Utari seolah-olah telah mengikat kontrak atau perjanjian pembelian kredit sepeda motor dengan FIF Group Siantar, dengan nomor kontrak : 207.000879218 da objek jaminan sepeda motor Supra nomor polisi (nopol) BK 4173 XW,” sebut Daulat.

Lanjutnya, menurut surat FIF Group, jika Wistri Utari belum melaksanakan kewajiban pembayaran untuk angsuran ke 4 dan ke 5 atau keterlambatan 37 hari, dengan total tagihan sebesar Rp 1.035.000 ditambah biaya denda dan biaya tagih.

Selanjutnya dalam surat itu, juga memperingatkan agar tidak ada lagi keterlambatan angsuran pada bulan-bulan mendatang untuk menghindari sanksi lebih berat, berupa penyerahan kembali unit sepeda motor yang masih milik FIF Group.

“Karena Wistri Utari merasa tidak mempunyai hubungan kontrak atau perjanjian pembelian angsuran sepeda motor, segera mengkonfirmasi tagihan itu ke kantor FIF Group Siantar. Saat itu AP menjelaskan yang membuat Wistri Utari tercatat sebagai debitur FIF Group bukan dirinya, melainkan rekannya berinisial AS,” ucap Daulat.

Menurut Daulat, melalui surat Dumas No. 144/SW/XII/2018, tanggal 4 Desember 2018, pihaknya selaku kuasa hukum telah melaporkan kasus ini ke Polres Kota Siantar dan terkait hal tersebut baik pelapor, saksi dan terlapornya juga sudah diperiksa oleh penyidik.

“Kita mendesak agar Kasat Reskrim Polres Siantar segera menangkap AP dan SA, serta mengembangkan perkara terhadap dugaan keterlibatan pihak managemen FIF Group Siantar, yang terkesan melindungi atau membiarkan tindakan keduanya,” papar Daulat. (rel)