Humbahas, Lintangnews.com | Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) bekerja sama dengan seluruh Posyandu dan pihak terkait telah melakukan pengukuran terhadap balita sebanyak 14.001 orang atau 97,45 persen. Dan prevalensi balita stunting sebanyak 2.014 orang atau hanya 14,38 %.
Data ini dilaksanakan bulan Agustus 2022 di seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Humbahas, serta sudah berkoordinasi dengan Desa dan Kecamatan.
Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dinkes PP dan KB Christina Clara Eveline dalam acara aksi#7 publikasi data stunting Pemkab Humbahas, Rabu (14/12/2022) bertempat di Aula Huta Mas Dolok Sanggul.
Sambutan Bupati, Dosmar Banjarnahor yang dibacakan Christina mengatakan, penyelenggaraan intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan tanggungjawab bersama lintas sektor. Dan aksi integrasi merupakan pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama.
“Sehingga institusi penanggun gjawab aksi integrasi harus melibatkan lintas sektor dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kegiatan. Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan untuk mencegah stunting,” imbuhnya.
Menurut Bupati, intervensi penurunan stunting terintegrasi dilaksanakan melalui 8 aksi. Dimana saat ini dilaksanakan aksi#7 pengukuran dan publikasi stunting.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala pelayanan Puskesmas, Kecamatan dan Desa. Sehingga pencegahan dan penurunan stunting di Humbahas dapat tercapai sesuai dengan target pemerintah untuk penurunan prevalensi tahun 2024 menjadi 14 persen,” paparnya.
Kabid Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Dinkes PP dan KB, Saritua Harianja menjelaskan, bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Humbahas Nomor 40 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting.
Dia menjelaskan, tujuan aksi#7 pengukuran dan publikasi stunting untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur, sehingga mampu memantau kemajuan pada tingkat individu.
Kemudian, mengembangkan program atau kegiatan yang sesuai untuk peningkatan kesadaran dan partisipasi keluarga, pengasuh dan masyarakat untuk menjaga pertumbuhan anak balita yang optimal.
Menyediakan upaya tindak lanjut terintegrasi dan konseling dalam rangka komunikasi perubahan perilaku. Kemudian juga bertujuan mengukur prevalensi stunting di tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten secara berkala yang dilaporkan secara berjenjang mulai dari Posyandu ke Dinas Kesehatan, sebagai bahan untuk meningkatkan efektivitas penentuan target layanan dan pengalokasian sumber daya.
Memecahkan masalah dan memantau proses perencanaan di tingkat desa hingga kabupaten. Terakhir, advokasi kepada unit-unit terkait di pemerintah daerah untuk integrasi program.
Kegiatan itu dihadiri Kadis Pendidikan, Jonny Gultom, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Junter Marbun, Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Anggiat Simanullang, perwakilan dinas terkait, para Camat dan Kepala Puskesmas (Kapus) se-Humbahas. (JS)



