Tak ada Permohonan di MK, Penetapan Pasti Berjalan Mulus

Ketua KPUD Siantar, Daniel Dolok Sibarani.

Siantar, Lintangnews.com | Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal, ada beberapa tahapan yang dilaksanakan KPUD Kota Siantar.

Penetapan pasangan calon (paslon) terpilih, jika tidak ada permohonan perselisihan hasil pemilihan, akan dilaksanakan paling lama 5 hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi memberitahukan permohonan yang terregistrasi dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BPRK).

Disampaikan Ketua KPUD Siantar, Daniel Dolok Sibarani, jika ada permohonan hasil perselisihan, penetapan akan dilaksanakan paling lama 5 hari setelah salinan putusan diterima KPU.

Menurutnya, untuk pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih, jika tidak ada permohonan perselisihan hasil pemilihan, akan dilaksanakan paling lama 3 hari setelah penetapan paslon terpilih.

“Sedangkan jika ada permohonan perselisihan hasil pemilihan, pengusulan dilaksanakan paling lama sesudah penetapan pasca penetapan putusan MK,” sebut Daniel, Sabtu (9/1/2021).

Sejauh ini, sambung Daniel, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari MK terkait BPRK.

“Berdasarkan Peraturan MK Nomor 8 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan MK Nomor 7 Tahun 2020 tentang tahapan, kegiatan, dan jadwal penanganan perselisihan bahwa penyampaian registrasi perkara konstitusi pada tanggal 18 Januari 2020,” tutup Daniel.

Seperti diketahui, untuk kemenangan Pasangan Asner Silalahi-Susanti Dewayani di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siantar tidak ada permohonan perselisihan hasil pemilihan.

Sementara MK hanya menerima sebanyak 114 permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota, secara langsung maupun daring. (Elisbet)