Tak Ingin Tragedi KM Sinar Bangun Terulang, Kapolres Simalungun Sidak ke Pelabuhan Tigaras

Kapolres, AKBP Agus Waluyo bersama PJU Polres, Pejabat Kecamatan Dolok Pardamean dan Pemerintah Nagori Tigaras di Tugu Peringatan KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba.

Simalungun, Lintangnews.com | Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tigaras di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (27/7/2020).

IKLAN

Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Lukman Hakim mengatakan, sidak orang nomor 1 di jajaran Polres Simalungun itu dalam rangka mengantisipasi kejadian serupa pada peristiwa tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun ke dasar Danau Toba pada tahun 2018 lalu.

“Giat sidak Kapolres di Pelabuhan Tigaras bersama dengan beberapa tokoh masyarakat, Senin (27/7/2020) sekira pukul 13.00 WIB,” kata AKP Lukman.

Dalam kegiatan itu Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh yang hadir dengan kebersihan Pelabuhan Tigaras.

Kegiatan sidak untuk menggali informasi secara detail, mengidentifikasi problem yang terjadi, mengumpulkan data sementara, mendiagnosis problem utama dan melakukan umpan balik untuk dicarikan benang merahnya, jika sudah ketemu maka dikumpulkan pihak yang terkait.

“Masalah utama itu kemudian dibuang beberapa sumbatan agar masalah yang ada semakin berkurang dan secara estafet nanti akan semakin terpecahkan. Dengan demikian saya harapkan kegiatan ini dapat membantu tugas Polri,” sebut AKBP Agus.

Selanjutnya menyarankan kepada seluruh elemen masyarakat agar saling mengingatkan penumpang, maupun pemilik kapal penyeberangan selalu patuh terhadap aturan penyebrangan agat tidak terulang kejadian yang sama.

KM Sinar Bangun merupakan kapal feri jenis roro tenggelam di Utara Danau Toba pada tanggal 18 Juni 2018 silam. KM Sinar Bangun mengangkut penumpang dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Diperkirakan 164 orang penumpang hilang akibat KM Sinar Bangun itu tenggelam tanpa manifes mempersulit kepastian jumlah penumpang dan kendaraan.

Hingga tanggal 21 Juni 2018, sedikitnya 3 orang meninggal dunia dan 21 orang selamat akibat tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Informasi yang beredar, KM Sinar Bangun tenggelam tanggal 18 Juni 2018 sekira pukul 17.20 WIB, penyebabnya akibat bermuatan lebih dan cuaca buruk selepas meninggalkan Pelabuhan Simanindo.

Selanjutnya sempat berlindung di balik Pulau Tao, Kecamatan Ambarita, Kabupaten Samosir. Koordinat tenggelamnya KM Sinar Bangun itu masih misteri hingga saat ini. (Rel/Zai)

IKLAN