Tangani Dugaan Penganiayaan di Cafe Simakkuk, Polres Tobasa Berjanji Akan Profesional

26
Ilustrasi penganiayaan. (int/LN)

Tobasa, Lintangnews.com | Polres Toba Samosir (Tobasa), berjanji akan menangani kasus penganiayaan yang terjadi di Simakkuk, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Tobasa.

“Kita akan proses kasus ini dengan profesional dan proporsional,” ujar Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo kepada awak media yang mengkonfirmasi kasus itu, Rabu (4/9/2019).

“Peristiwa penganiayaan tersebut sudah dilaporkan pihak korban ke Polsek Porsea, dengan No LP 10 /VIII/2019/SU/TBS/SEK PORSEA. Tidak akan kita biarkan, akan dilakukan penyidikan dan pengembangan,” kata Kapolres.

Sementara Kapolsek Porsea, AKP Napsanto Setiarso membenarkan adanya pelaporan dari 2 orang yang diduga jadi korban penganiayaan, yaitu Rizky Suriadi Panjaitan dan Ganda Manurung. Saat ini pelaporan itu sedang dalam proses penyidikan dan pengembangan.

“Proses ini akan serius kita tangani, tetapi harus dengan pembuktian dan saksi yang jelas juga. Ini agar tidak terjadi kesalahan dalam proses hukum yang terjadi. Perlu juga diketahui masyarakat, bahwa setiap laporan yang masuk ke pihak Kepolisian tidak bisa serta merta dilakukan penahanan,” tutur AKP Napsanto.

Terpisah, korban Rizky Suriadi Panjaitan yang ditemui di rumahnya mengatakan, pengeroyokan terhadap dirinya terjadi di Cafe Simangkuk Kecamatan Parmaksian, pada Selasa (27/8/2019) malam.

Awalnya, malam itu, mereka minum tuak di kedai Sosor Ladang bersama 5 orang temannya. Kemudian bersama temannya melanjutkan minum ke Cafe Simangkuk.

Sesampainya di cafe, korban terus joget-joget. Saat itu dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi, tiba tiba menyadari sudah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Porsea, dengan luka yang parah di bagian wajahnya.

Keesokan harinya yakni Rabu (28/8/2019), pihak keluarganya membuat laporan ke Polsek Porsea.

Ganda Manurung juga mengatakan, juga turut sebagai korban saat ingin melerai kejadian tersebut. Bahkan terkena pukulan besi tiang mikrofon, sehingga kepalanya mengalami luka robek di bagian keningnya.

Keluarga dan kedua korban berharap agar kasus penganiayaan ini diusut tuntas oleh Polres Tobasa, serta apa motif sehingga penganiayaan dilakukan sedemikian parahnya. Tujuannya agar tidak terjadi peristiwa yang tidak berperikemanusian seperti itu. (asri)