Tangkap Pelaku Pengeroyokan Wartawan, Kinerja Kapolres Siantar Tuai Apresiasi

Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite.

Siantar, Lintangnews.com | Kinerja Polres Siantar di bawah komando AKBP Heribertus Ompusungu menuai apreasi yang berhasil menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap wartawan media online, Try Aditya (24).

“Kami menyampaikan rasa salut dan bangga terhadap kinerja Kapolres Siantar, karena dengan bertindak cepat menangkap pelaku pemukulan wartawan,” sebut Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, Senin (14/1/2019).

Dalam hal ini, ILAJ menilai AKBP Heribertus yang baru menjabat sebagai Kapolres Siantar itu layak mendapatkan penghargaan, atas keberpihakannya kepada profesi jurnalis atau wartawan.

“Sikap cekatan dari Kapolres Siantar patut kita Apresiasi. Kiranya pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya dan sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku,” paparnya.

Fawer Full juga berharap, seluruh pihak agar sama-sama mendukung agar kinerja dari Kepolisian dapat bekerja dengan baik. ILAJ juga berharap peristiwa itu jangan sampai terjadi lagi.

“Kita juga himbau kepada wartawan untuk memperlancar kinerja di lapangan, jika sedang meliput pemberitaan yang agak sedikit keras, sebaiknya meminta pengawalan khusus dari pihak Kepolisian, karena hal itu juga diperbolehkan oleh UU,” sebutnya.

Pihaknya juga berharap, semoga peristiwa ini kedepannya menjadi efek jera bagi masyarakat yang masih tidak taat kepada hukum.

“Kepada pak Kapolda Sumut juga perlu memperhatikan hal ini. Karena yang berprestasi patut diapresiasi, seperti Kapolres Siantar,” tukasnya.

Sebelumnya, Polres Siantar berhasil meringkus 3 orang pelaku penganiayaan terhadap Try Aditya yang terjadi pada Sabtu (12/1/2019) sekira pukul 16.15 WIB di depan Apotek Megumi Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni, Zaelani, Miswanto dan Arif Siregar. Ketiganya diamankan dari Kota Siantar dan Binjai. Selain itu, petugas juga mengamankan mobil pick up warna putih nomor polisi (nopol) BK 9321 TP dan mobil Satgas Ormas Pemuda Pancasila (PP) tanpa plat sebagai barang bukti kendaraan dalam melakukan penganiayaan.

Polisi juga sedang memburu keberadaan AS yang diketahui menelepon korban agar datang ke Hugo’s Café, Jalan Kartini, sebelum akhirnya terjadi pengeroyokan itu. (red)