Tanpa ‘Mahar’, NasDem Siantar Buka Pendaftaran Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Ketua Partai NasDem Siantar, Frans Herbert Siahaan. (elisbet/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Siantar membuka pendaftaran (penjaringan) Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Pendaftaran dibuka selama 1 bulan, sejak 23 September 2019 hingga 23 Oktober 2019 di kantor DPD Partai Nasdem Kota Siantar, Jalan Pattimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Ketua DPD Partai NasDem Siantar, Frans Herbert Siahaan mengatakan, partainya tetap mengedepankan tanpa ‘mahar’, mulai pendaftaran hingga penetapan Balon.

“Pendaftaran mulai dibuka kemarin, Minggu (22/9/2019), serentak secara nasional,” sebut anggota DPRD Siantar ini saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (23/9/2019).

Dijelaskannya, pendaftaran tanpa ‘mahar’, merupakan upaya Partai Nasdem untuk melahirkan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap rakyat. Selain itu, tanpa ‘mahar’ dilakukan agar kedepan, calon yang terpilih menjadi pemimpin tanpa harus terbebani biaya pengembalian ongkos politik.

Dengan begitu, diharapkan akan bisa terlepas dari praktik korupsi, sehingga kesejahteraan rakyat dapat terwujud.

“Ini instruksi partai, bahwa pendaftaran tanpa ‘mahar’. Ketika tanpa ‘mahar’, tentu akan kita usahakan menjadi kader Nasdem. Pastinya, sebuah kebanggaan kalau dari kader sebagai kepala daerah. Harapan utamanya adalah dengan tanpa ‘mahar’, kelak menang dapat bekerja lebih baik. Nasdem konsisten melahirkan pemimpin pro rakyat, pro memberantas KKN,” tutur Frans.

Sambungnya, selain tanpa ‘mahar’, ada 8 syarat yang harus dipenuhi bacalon untuk mendaftar ke Partai Nasdem. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka Balon akan gugur.

Ada pun ke 8 poin syarat itu antara lain, yang pertama memiliki popularitas yang mumpuni. Yang kedua, disukai masyarakat, ketiga, memiliki akseptabilitas, keempat, memiliki elektabilitas, kelima yakni memiliki kemampuan mobilisasi politik atau logistik. Keenam, mau mengikuti atau melakukan survei terhadap dirinya dari 8 lembaga survei yang ditentukan Partai NasDem.

Syarat ketujuh, yakni diutamakan kader dan harus kader (dari luar, kelak harus menjadi kader). Dan terakhir, tim pemenangan harus melibatkan pengurus Nasdem, dan pada saat pemilihan, maka seluruh saksi juga harus dari Nasdem.

“Sebelum menetapkan nama Balon Wali Kota yang akan diusung Nasdem, maka setiap yang mendaftar harus melakukan survei dan wajib memilih dari delapan lembaga survei yang ditentukan. Diluar itu tidak bisa,” terangnya.

Adapun lembaga survei itu diantaranya, lembaga survei Indikator, Charta Politika, Poltracking, Indo Riset Consultant, JSI, Indekstat, Pusdeham dan Research Centre Media Group.

Disampaikannya, pendaftaran dibuka pada jam kerja, yakni, dari mulai pukul 08.00-17.30 WIB.

Selanjutnya, akan ada jadwal pemaparan visi, misi dan strategi pada tanggal 24-31 Oktober 2019 Kemudian, tanggal 1-5 November 2019, digelar pleno hasil pemaparan visi, misi dan strategi.

Sementara itu, pada tanggal 6-8 November 2019, seluruh berkas pendaftaran akan diserahkan ke DPW Nasdem Sumut untuk dilanjutkan ke DPP Nasdem di Jakarta.

“Saat pemaparan visi, misi dan strategi akan ada wawancara dari Partai NasDem,” tutup Frans, sembari sampaikan proses pendaftaran dipimpin langsung oleh dirinya. (Elisbet)