Target 22 Desember, Proyek Jembatan Bailey DBMBK di Tanah Jawa Dikhawatirkan Tak Rampung

Lebar diameter pasangan bronjong tampak bawah cukup memprihatinkan.

Simalungun, Lintangnews.com | Pengerjaan proyek jembatan bailey milik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Sumatera Utara di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun dikhawatirkan tidak akan rampung lagi.

Ini karenakan batas waktu pengerjaan tinggal tersisa beberapa hari lagi. Dan fakta di lapangan, bronjong dari batu padas diikat menggunakan kawat jaring amblas yang menurut sejumlah pihak bahwasanya peristiwa itu terjadi bukan karena faktor alam.

Melainkan akibat kurang profesionalnya pelaksana proyek CV Husibah dalam mengerjakannya. Sehingga tergerus air yang datangnya dari hulu lokasi kegiatan dengan skala debit kecil sebagai penyebab utama amblasnya bronjong menelan keuangan negara.

“Kondisi pengerjaan proyek jembatan bailey menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 sudah amblas. Ini karena  pelaksana kegiatan yang memasang bronjong tampak bawah lebar sekira 50cm dan tanpa sayap. Digerus air skala kecil amblas,” ucap warga pengguna jalan bermarga Pohan, Selasa (17/12/2019).

Pohan menuturkan, meskipun sudah ditinjau berbagai macam jenis pejabat, sehingga tak dapat menjabarkan lagi yang sudah meninjau untuk menciptakan solusi agar jalur lancar menyonsong Natal dan Tahun Baru.

Direktur CV Husibah, Anwar selaku rekanan DBMBK Provinsi Sumatera Utara dan Efendi Pohan selaku Kepala Dinas (Kadis) terkait amblasnya bronjong yang telah dikerjakan diduga akibat sesuai dengan besteknya enggan menanggapi meski konfirmasi terkirim.

Diketahui CV Husibah sebelum melaksanakan proyek jembatan bailey merupakan rekanan DBMBK Provinsi Sumatera Utara dalam pembangunan turap/ talud/bronjong senilai Rp 4,8 miliar. Ini bersumber dari APBD Provsu 2019.

Anehnya, proyek dengan nomor kontrak 602/UPTJJS – DBMBK/KPA/VII/2019 tanggal kontrak 17 Juli 2019 dengan masa pengerjaan 150 hari kalender, malah mendapatkan justek total dari penyelenggara proyek. Meski faktanya, kegiatan tersebut gagal dilaksanakan.

Selanjutnya tanggal kontrak 17 Juli 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,8 miliar sumber dana APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 Pemprovsu.

Sementara nomor kontrak. 602/UPTJJS-DBMBK/KPA/1475/VII/2019, proyek turap/talud/bronjong tidak dilaksanakan CV Husibah sesuai progres, diduga akibat GM proyek berupanya mengeruk material timbunan dari dasar jurang di seputar kegiatan.

Hingga pasca dihantam banjir dari Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV Marihat beberapa lalu, kedalaman jurang jalan penghubung dari arah Kota Siantar menuju Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun bertambah dalam. Dan lebar badan jalan putusnya semakin melebar, sehingga rentan waktu singkat jembatan bailey lama pun ambruk. (Zai)