Tau Mau Ditangkap, Risky Manullang Lemparkan Ganja dari Lantai II Rumahnya

Tersangka saat diperiksa penyidik Sat Narkoba Polres Taput.

Taput, Lintangnews.com | Karena tak ada lagi jalan keluar dari kepungan Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Utara (Taput), seorang pengedar narkotika jenis ganja melemparkan tas tempat penyimpanan barang haram itu dari lantai II rumahnya ke bawah mencoba untuk mengelabui petugas.

Tersangka bernama Risky Manullang alias Riski (25) warga komplek Stadion Lorong V Gang Mawar, Kelurahan Hutatoruan XI, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput.

Kapolres Taput, AKBP Muhammad Saleh melalui Kasubbag Humas, Aiptu Walpon Baringbing menuturkan, penangkapan tersangka dilakukan, Senin (15/2/2021) sekira pukul 18.00 WIB.

“Sebelum berhasil ditangkap, tersangka mencoba membuang barang bukti untuk menghilangkan jejak. Sayang usaha itu sia-sia, karena petugas sudah mengetahuinya,” papar Aiptu Walpon, Selasa (16/2/2021).

Petugas usai berhasil membekuk tersangka, lalu mengambil barang bukti yang dibuang dan membawanya ke kantor Sat Narkoba untuk proses pengembangan.

Barang bukti ganja yang diamankan petugas.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan ganja itu miliknya untuk diedarkan kepada konsumen yang layak dipercaya,” ucap Aiptu Walpon.

Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka yakni, 1 buah kaleng Richeese Rolls warna kuning berisi ganja, 30 paket ganja dibungkus kertas nasi warna coklat di dalam plastik kantongan warna hijau dan 1 buah plastik kantongan warna hijau berisi ganja, dengan berat keseluruhan brutto 440,32 gram.

Selanjutnya, 1 buah plastik kantongan warna merah berisi 10 lembar potongan kertas nasi warna coklat, 1 buah hekter warna hijau, 1 kotak anak hekter, 1 buah tas ransel warna coklat kehijauan dan 1 unit handphone (HP) Android merk Vivo.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan dari mana asal usul ganja itu dimiliki tersangka. Tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1  Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup,” sebut Aiptu Walpon mengakhiri. (Gihon)